Sunday, 22 October 2017

Standar Manajemen



BAB V
STANDAR MANAJEMEN



5.1       Pengertian Standar Manajemen
            Standar manajemen merupakan sebuah standar yang mengawasi berbagai kegiatan yang meliputi keuangan, barang/ produk, yang berorientasi pada mutu yang telah ditetakan. Lembaga yang mengawasi mengenai standar internasional saat ini yaitu ISO (International Standart Organisation) yang didirikan ditanggal 23 Februari 1947 Lembaga ini terdiri dari beberapa bagian-bagian yang masing-masing mengurusi mutu tertentu yang ditentukan berdasarkan penomoran dibelakangnya

5.2       Standar Manajemen ISO 9001
            ISO:9001 merupakan standar manajemen yang membahas aturan-aturan mngenai manajemen mutu dimana yang terbaru adalah ISO 9001:2015. ISO 9001 membahas kajian-kajian standar mutu yang harus dipenuhi oleh perusahaan dalam menjalankan proses operasi bisnis dengan menambahkan risk manajemen.

            Latar belakang direvisinya ISO 9001:2008 ke ISO 9001:2015 terdapat beberapa hal yang melatar belakangi. Berikut merupakan latar belakang direvisinya ISO 9001:2008 ke ISO 9001:2015.
a.       Kebutuhan pasar yang semakin kompleks sehingga perlunya pembaharuan/ revisi agar memastikan standar sesuai dengan keajuan pasar.
b.      Banyaknya standar manjemen sehinga membutuhkan sebuah persamaan standar manajemen mutu secara universal yang harus segera dibuat.
c.       Dalam mencapai tujuan organisasi diperlukan pertimbangan untuk menambahkan manajemen resiko.

Atas dasar latar belakang yang sudah dipaparkan diatas, berikut merupakan perubahan yang telah diterapkan untuk ISO 9001:2015.
a.       Menambah dan merubah beberapa struktur klausul dari yang semula 8 klausul, menjadi 10 klausul.
b.      Merubah terminologi diantaranya adalah sebagai berikut
·         Product diubah, sehingga menjadi Product dan Services.
·         Documentation record diubah, sehingga menjadi Document Information.
·         Work Enviroment diubah, sehingga menjadi Externally provided product and services.
·         Supplier diubah, sehingga menjadi External Provider.
c.       Pendekatan Manajemen Resiko dengan menambahkan aspek resiko pada setiap pekerjaan yang dilakukan pada organisasi.
d.      Ruang lingkup dan pengecualian. Pengecualian tidak ada yang bias spesifik secara klausal, sehingga jika proses tidak dilaksanakan maka proses yang bersangkutan tidak bisa dilaksanankan dengan catatan tidak mempengaruhi mutu pada produk/ jasa yang dihasilkan.

5.2.1    Sistem Manajemen Produksi TQM
            Total Quality Mangement atau biasa disingkat TQM merupakan salah satu sistem yang digunakan dalam pengendalian kualitas/ mutu yang berorientasi pada penilaian seluruh proses atau kegiatan operasi. Manajemen TQM lebih mengedepankan pelayanan jangka panjang yang dihaarpkan dalam penerapannya bisa memberikan keuntungan dan kepuasan kepada pelanggan akan kualitas produk yang telah di produksi. Berikut merupakan filosofi yang diterapkan pada sistem manajemen produksi TQM yang bertujuan untuk mendapatkan kepuasan dari pelanggan.
a.       Manajemen harian
b.      Manajemen kebijakan
c.       Manajemen Cross-functional
d.      Gugus kendali mutu

5.2.2    Sistem Manajemen Six Sigma
            Six sigma dalam konteks sebagai sistem manajemen merupakan sebuah alat ukuryag digunakan oleh perusahaan dalam mengambil sebuah keputusan. Pengambilan keputusan tersebut tentunya digunakan dalam memecahkan masalah-masalah yang terjadi dalam proses operasi khususnya. Dalam hal ini six sigma mempunyai tinggi tataran yang tepat untuk digunakan dalam sebuah pengambilan keputusan pada sistem manajemen yang terfokus pada 4 point, yaitu.
·         Memahami siapa pelanggan dan kebutuhannya
·         Menyelaraskan proses inti didalam pemenuhan kebutuhan pelanggannya
·         Meminimalkan variasi pada proses inti denga menggunakan analisa data secara detail
·         Kuatnya infrastruktur, yang digunakan seagai jalannya perbaikan dalam menghadapi hambatan.

5.3       Standar Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja
            Sistem Manajemen Keselamtan dan Kesehatan Kerja merupakan sebuah sistem manajemen secara keseluruhan yang memfokuskan pada kegiatan untuk mengurangi resiko yang ada pada kegiatan kerja yang diharapkan akan menghasilkan sebuah tempat kerja yang aman dan nyaman (Permenaker No: PER.05/MEN/1996).

            Sistem manajemen K3 memiliki beberapa manfaat dalam kegiatan industri seperti yang dikemukakan oleh Tarwaka (2008) adalah sebagai berikut:
a.       Mengetahui adanya kelemahan-kelemahan pada sistem operasional, kecelakan, insiden dll
b.      Mengetahui kinerja K3 dari perusahaan.
c.       Meningkatkan pemenuhan atas policy perundangan bidang K3.
d.      Meningkatkan kinerja karyawan dalam penerapan K3 khususnya dalam melaksaakan pengauditan.
e.       Penigkatan produktivitas pekerjaan.

Penerapan standarisai K3 di Indonesia sendiri telah dimuat di dalam peraturan perundang-undangan yag dikeluarkan oleh pemerintah untuk meciptakan sebuah lingkungan kerja yang aman dan nyaman bagi setiap pekerjanya Berikut merupakan standar yang telah dikeluarkan oleh pemerintah dalam menjamin sistem manajemen K3.
a.       Pasal 87 Ayat 1: UU No 13 Tahun 2003 Mengenai Ketenagakerjaan
b.      Pasal 3 Ayat 1 dan 2 Permnaker RI No.Per.05/ MEN/ 1996 Mengenai Sistem Manajemen K3
c.       Pasal 4 Permenaker RI. No. Per. 05/ MEN/ 1996
d.      Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012 Mengenai Pedoman Penerapan Sistem Manajemen Keselamtan dan Kesehata Kerja (SMK3)

5.3.1    Standar Manajemen OSHAS 18000
            OSHAS 1800 memiliki dua seri berbeda yang telah dikeluarkan yaitu OHSAS 18001:1999 mengenai Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja, dan OHSAS 18002:2000, mengenai SistemManajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja yang merupakan pedoman dalam implementasi dari OHSAS 18001.
            OHSAS 18001 pada dasarnya adalah sebuah analisis yang digunakan untuk lebih menspesifikasikan perbaikan untuk mengontrol resiko kerja dan meningkatkan performa sesuai dengan manajemen sistem OHS. OHS 18002 merupakan pengaplikasian dari Sistem Manajemen OHS yag berguna sebagai perbaikan dalam sistem internal dan eksternal perusahaan. Sistem manajemen dalam OSHAS telah di design sebagai pelengkap standar sistem mnajemen lainnya seperti ISO 9001 mengenai Sistem Manajemen Kualitas dan ISO 14001 menganai lingkungan.

5.4       Standar Manajemen Lingkungan
            Manajemen lingkungan merupakan keselurahan dari aspek-aspek yang ada dari manajemen yang digunakan dalam menentukan dan menempatkan mengena implementasi kebijakan lingkungan (BBS 7750, dalam ISO 14001 oleh Sturm, 1998). Pendapat lain menyatakan manajemen lingkungan merupakan suatu unsur yang terintegrasi dalam proses bisnis yang digunakan sebagai pengukur, pengenal, dan pengelola dampak-dampak mengenai lingkungan secara efektif. Sistem manajemen lingkungan telah di standarkan yaitu dengan menggunakan EMS, ISO 14001 yang saling menunjang dengan ISO 9001 dan konsep manajemen TQM.

5.4.1        ISO 14000
            ISO:14001 merupakan standarisasi yang meliputi sistem manajemen lingkungan, auditing, evaluasi kinerja, pelabelan, dan penilaian siklus hidup. Penggunakan ISO 14001 memiliki beberapa manfaat yang bisa meningkatkan kinerja perusahaan,diantaranya adalah dalam efisiensi biaya, hal ini merujuk pada komitmen ISO 14001 yang mengusung konsep continues improvement, dimana bisa meanfaatkan sumberdaya yang ada dengan sebaik-baiknya serta integrasi sistem ISO 14001 yang mudah di komparasikan dengan sistem manajemen lainnya seperti ISO 9001, OHSAS 18001 serta standar sistem manajemen lainya.

5.5       Soal Pendalaman Materi
1.         ISO merupakan singkatan dari?
            a. International Standart Operation
            b. Internatioal Standart Orgaization
            c. Integrity Standart Organization
            d. Influence Standart Operation

2.         Tahun berapakah ISO didirkan?
            a. 17 Agustus 1945
            b. 19 Juni 1996
            c. 23 Februari 1947
            d. 30 September 1965

3.         TQM merupakan singkatan dari?
            a. Tecnique Quantity Measurement
            b. Total Quality Management
            c. Time Query Management
            d. Tools Quality Message

4.         ISO 9001 merupakan standarisasi yang membahas mengenai manajemen?
            a. Mutu
            b. Kode Negara
            c. Lingkungan
            d. risiko

5.         ISO 14001 merupakan standarisasi yang membahas mengenai manjemen?
            a. Kode Bahasa
            b. Energi
            c. Keselamatan Kerja
            d. Lingkungan

Summber:
http://sixsigmaindonesia.com/apa-itu-six-sigma/
http://tripconsultant.blogspot.co.id/2015/08/iso-90012015-perubahan-dan-fdis-iso.html
https://seftianandriasandi.wordpress.com/2012/03/12/sistem-manajemen-produksi-tqm/
http://www.academia.edu/11671845/SISTEM_MANAJEMEN_K3_KESELAMATAN_DAN_KESEHATAN_KERJA_
http://www.dckonsultan.com/assets/dckonsultan/download/Brosur_OHSAS_18001.pdf
http://www.asse.org/assets/1/7/dmanaISO18000.pdf
https://books.google.co.id/books?id=CHXcDgAAQBAJ&pg=PA87&lpg=PA87&dq=Standar+manajeme+ligkungan+adaah&source=bl&ots=Jv0V76QlLE&sig=jj8qsRnEACTz_HLlmNAdKy8TDlk&hl=id&sa=X&redir_esc=y#v=onepage&q=Standar%20manajeme%20ligkungan%20adaah&f=false
 

No comments:

Post a Comment