BAB V
STANDAR MANAJEMEN
5.1 Pengertian
Standar Manajemen
Standar manajemen merupakan sebuah standar yang
mengawasi berbagai kegiatan yang meliputi keuangan, barang/ produk, yang
berorientasi pada mutu yang telah ditetakan. Lembaga yang mengawasi mengenai
standar internasional saat ini yaitu ISO (International
Standart Organisation) yang didirikan ditanggal 23 Februari 1947 Lembaga
ini terdiri dari beberapa bagian-bagian yang masing-masing mengurusi mutu
tertentu yang ditentukan berdasarkan penomoran dibelakangnya
5.2 Standar
Manajemen ISO 9001
ISO:9001 merupakan standar manajemen
yang membahas aturan-aturan mngenai manajemen mutu dimana yang terbaru adalah
ISO 9001:2015. ISO 9001 membahas kajian-kajian standar mutu yang harus dipenuhi
oleh perusahaan dalam menjalankan proses operasi bisnis dengan menambahkan risk
manajemen.
Latar belakang direvisinya ISO
9001:2008 ke ISO 9001:2015 terdapat beberapa hal yang melatar belakangi.
Berikut merupakan latar belakang direvisinya ISO 9001:2008 ke ISO 9001:2015.
a. Kebutuhan pasar yang semakin kompleks sehingga
perlunya pembaharuan/ revisi agar memastikan standar sesuai dengan keajuan
pasar.
b. Banyaknya standar manjemen sehinga membutuhkan
sebuah persamaan standar manajemen mutu secara universal yang harus segera
dibuat.
c. Dalam mencapai tujuan organisasi diperlukan
pertimbangan untuk menambahkan manajemen resiko.
Atas
dasar latar belakang yang sudah dipaparkan diatas, berikut merupakan perubahan
yang telah diterapkan untuk ISO 9001:2015.
a. Menambah dan merubah beberapa struktur klausul dari
yang semula 8 klausul, menjadi 10 klausul.
b. Merubah terminologi diantaranya adalah sebagai
berikut
·
Product
diubah, sehingga menjadi Product dan Services.
·
Documentation record diubah, sehingga menjadi Document Information.
·
Work Enviroment
diubah, sehingga menjadi Externally
provided product and services.
·
Supplier
diubah, sehingga menjadi External
Provider.
c. Pendekatan Manajemen Resiko dengan menambahkan aspek
resiko pada setiap pekerjaan yang dilakukan pada organisasi.
d. Ruang lingkup dan pengecualian. Pengecualian tidak
ada yang bias spesifik secara klausal, sehingga jika proses tidak dilaksanakan
maka proses yang bersangkutan tidak bisa dilaksanankan dengan catatan tidak
mempengaruhi mutu pada produk/ jasa yang dihasilkan.
5.2.1 Sistem
Manajemen Produksi TQM
Total Quality
Mangement atau biasa disingkat
TQM merupakan salah satu sistem yang digunakan dalam pengendalian kualitas/
mutu yang berorientasi pada penilaian seluruh proses atau kegiatan operasi.
Manajemen TQM lebih mengedepankan pelayanan jangka panjang yang dihaarpkan
dalam penerapannya bisa memberikan keuntungan dan kepuasan kepada pelanggan
akan kualitas produk yang telah di produksi. Berikut merupakan filosofi yang
diterapkan pada sistem manajemen produksi TQM yang bertujuan untuk mendapatkan
kepuasan dari pelanggan.
a. Manajemen harian
b. Manajemen kebijakan
c. Manajemen Cross-functional
d. Gugus kendali mutu
5.2.2 Sistem
Manajemen Six Sigma
Six
sigma dalam konteks sebagai sistem manajemen merupakan sebuah alat ukuryag digunakan
oleh perusahaan dalam mengambil sebuah keputusan. Pengambilan keputusan
tersebut tentunya digunakan dalam memecahkan masalah-masalah yang terjadi dalam
proses operasi khususnya. Dalam hal ini six
sigma mempunyai tinggi tataran yang tepat untuk digunakan dalam sebuah
pengambilan keputusan pada sistem manajemen yang terfokus pada 4 point, yaitu.
·
Memahami siapa
pelanggan dan kebutuhannya
·
Menyelaraskan
proses inti didalam pemenuhan kebutuhan pelanggannya
·
Meminimalkan
variasi pada proses inti denga menggunakan analisa data secara detail
·
Kuatnya
infrastruktur, yang digunakan seagai jalannya perbaikan dalam menghadapi
hambatan.
5.3 Standar
Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Sistem Manajemen Keselamtan dan Kesehatan Kerja
merupakan sebuah sistem manajemen secara keseluruhan yang memfokuskan pada
kegiatan untuk mengurangi resiko yang ada pada kegiatan kerja yang diharapkan
akan menghasilkan sebuah tempat kerja yang aman dan nyaman (Permenaker No:
PER.05/MEN/1996).
Sistem manajemen K3 memiliki beberapa
manfaat dalam kegiatan industri seperti yang dikemukakan oleh Tarwaka (2008)
adalah sebagai berikut:
a. Mengetahui adanya kelemahan-kelemahan pada sistem
operasional, kecelakan, insiden dll
b. Mengetahui kinerja K3 dari perusahaan.
c. Meningkatkan pemenuhan atas policy perundangan bidang K3.
d. Meningkatkan kinerja karyawan dalam penerapan K3
khususnya dalam melaksaakan pengauditan.
e. Penigkatan produktivitas pekerjaan.
Penerapan
standarisai K3 di Indonesia sendiri telah dimuat di dalam peraturan perundang-undangan
yag dikeluarkan oleh pemerintah untuk meciptakan sebuah lingkungan kerja yang
aman dan nyaman bagi setiap pekerjanya Berikut merupakan standar yang telah
dikeluarkan oleh pemerintah dalam menjamin sistem manajemen K3.
a. Pasal 87 Ayat 1: UU No 13 Tahun 2003 Mengenai
Ketenagakerjaan
b. Pasal 3 Ayat 1 dan 2 Permnaker RI No.Per.05/ MEN/
1996 Mengenai Sistem Manajemen K3
c. Pasal 4 Permenaker RI. No. Per. 05/ MEN/ 1996
d. Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012 Mengenai
Pedoman Penerapan Sistem Manajemen Keselamtan dan Kesehata Kerja (SMK3)
5.3.1 Standar
Manajemen OSHAS 18000
OSHAS 1800 memiliki dua seri berbeda
yang telah dikeluarkan yaitu OHSAS 18001:1999 mengenai Sistem Manajemen
Kesehatan dan Keselamatan Kerja, dan OHSAS 18002:2000, mengenai SistemManajemen
Kesehatan dan Keselamatan Kerja yang merupakan pedoman dalam implementasi dari
OHSAS 18001.
OHSAS 18001 pada dasarnya adalah
sebuah analisis yang digunakan untuk lebih menspesifikasikan perbaikan untuk
mengontrol resiko kerja dan meningkatkan performa sesuai dengan manajemen
sistem OHS. OHS 18002 merupakan pengaplikasian dari Sistem Manajemen OHS yag
berguna sebagai perbaikan dalam sistem internal dan eksternal perusahaan.
Sistem manajemen dalam OSHAS telah di design sebagai pelengkap standar sistem
mnajemen lainnya seperti ISO 9001 mengenai Sistem Manajemen Kualitas dan ISO 14001
menganai lingkungan.
5.4 Standar
Manajemen Lingkungan
Manajemen lingkungan merupakan
keselurahan dari aspek-aspek yang ada dari manajemen yang digunakan dalam menentukan
dan menempatkan mengena implementasi kebijakan lingkungan (BBS 7750, dalam ISO
14001 oleh Sturm, 1998). Pendapat lain menyatakan manajemen lingkungan
merupakan suatu unsur yang terintegrasi dalam proses bisnis yang digunakan
sebagai pengukur, pengenal, dan pengelola dampak-dampak mengenai lingkungan
secara efektif. Sistem manajemen lingkungan telah di standarkan yaitu dengan
menggunakan EMS, ISO 14001 yang saling menunjang dengan ISO 9001 dan konsep
manajemen TQM.
5.4.1
ISO 14000
ISO:14001 merupakan standarisasi
yang meliputi sistem manajemen lingkungan,
auditing, evaluasi kinerja, pelabelan, dan penilaian siklus hidup.
Penggunakan ISO 14001 memiliki beberapa manfaat yang bisa meningkatkan kinerja
perusahaan,diantaranya adalah dalam efisiensi biaya, hal ini merujuk pada
komitmen ISO 14001 yang mengusung konsep continues
improvement, dimana bisa meanfaatkan sumberdaya yang ada dengan
sebaik-baiknya serta integrasi sistem ISO 14001 yang mudah di komparasikan
dengan sistem manajemen lainnya seperti ISO 9001, OHSAS 18001 serta standar
sistem manajemen lainya.
5.5 Soal
Pendalaman Materi
1. ISO merupakan singkatan dari?
a. International Standart Operation
b. Internatioal Standart Orgaization
c. Integrity Standart Organization
d. Influence Standart Operation
2. Tahun berapakah ISO didirkan?
a. 17 Agustus 1945
b. 19 Juni 1996
c. 23 Februari 1947
d. 30 September 1965
3. TQM merupakan singkatan dari?
a. Tecnique Quantity Measurement
b. Total Quality Management
c. Time Query Management
d. Tools Quality Message
4. ISO 9001 merupakan standarisasi yang
membahas mengenai manajemen?
a. Mutu
b. Kode Negara
c. Lingkungan
d. risiko
5. ISO 14001 merupakan standarisasi yang
membahas mengenai manjemen?
a. Kode Bahasa
b. Energi
c. Keselamatan Kerja
d. Lingkungan
Summber:
http://sixsigmaindonesia.com/apa-itu-six-sigma/
http://tripconsultant.blogspot.co.id/2015/08/iso-90012015-perubahan-dan-fdis-iso.html
https://seftianandriasandi.wordpress.com/2012/03/12/sistem-manajemen-produksi-tqm/
http://www.academia.edu/11671845/SISTEM_MANAJEMEN_K3_KESELAMATAN_DAN_KESEHATAN_KERJA_
http://www.dckonsultan.com/assets/dckonsultan/download/Brosur_OHSAS_18001.pdf
http://www.asse.org/assets/1/7/dmanaISO18000.pdf
https://books.google.co.id/books?id=CHXcDgAAQBAJ&pg=PA87&lpg=PA87&dq=Standar+manajeme+ligkungan+adaah&source=bl&ots=Jv0V76QlLE&sig=jj8qsRnEACTz_HLlmNAdKy8TDlk&hl=id&sa=X&redir_esc=y#v=onepage&q=Standar%20manajeme%20ligkungan%20adaah&f=false
http://tripconsultant.blogspot.co.id/2015/08/iso-90012015-perubahan-dan-fdis-iso.html
https://seftianandriasandi.wordpress.com/2012/03/12/sistem-manajemen-produksi-tqm/
http://www.academia.edu/11671845/SISTEM_MANAJEMEN_K3_KESELAMATAN_DAN_KESEHATAN_KERJA_
http://www.dckonsultan.com/assets/dckonsultan/download/Brosur_OHSAS_18001.pdf
http://www.asse.org/assets/1/7/dmanaISO18000.pdf
https://books.google.co.id/books?id=CHXcDgAAQBAJ&pg=PA87&lpg=PA87&dq=Standar+manajeme+ligkungan+adaah&source=bl&ots=Jv0V76QlLE&sig=jj8qsRnEACTz_HLlmNAdKy8TDlk&hl=id&sa=X&redir_esc=y#v=onepage&q=Standar%20manajeme%20ligkungan%20adaah&f=false
No comments:
Post a Comment