BAB IV
STANDAR TEKNIK
4.1 Standar Teknis dalam Kegiatan Teknik
Industri
Macam-macam standar teknik
bidang teknik industri adalah sebagai berikut:
1. ANSI ( American National Standard Institute )
Sebagai suara standar AS dan sistem
penilaian kesesuaian, American National Standards Institute (ANSI)
memberdayakan anggotanya dan konstituen untuk memperkuat posisi pasar AS dalam
ekonomi global sambil membantu untuk menjamin keselamatan dan kesehatan
konsumen dan perlindungan dari lingkungan. Ada banyak peralatan proteksi yang
ada pada bay penghantar maupun bay trafo. Masing -masing peralatan proteksi
tersebut dalam rangkaian satu garis digambarkan dalam bentuk lambang /
kode. Berikut adalah Kode dan lambang rele Proteksi berdasarkan standar
ANSI C37-2 dan IEC 60617.
2. ASME ( American Society of Mechanical Engineer )
Memiliki satu standar global menjadi
semakin penting sebagai perusahaan menggabungkan melintasi batas internasional,
dibantu oleh perjanjian perdagangan regional seperti North American Free Trade
Agreement (NAFTA) dan yang ditetapkan oleh UniEropa (UE),yang telah
memfasilitasi merger internasional melalui penurunan tarif pada
impor.Perusahaan yang terlibat dalam konsolidasi ini digunakan untuk menjual
hanya satu pasar,sekarang menemukan diri mereka jual ke pasar global .
Di bawah ini adalah Overview dari
Code dan Standard ASME yang biasa di pakai oleh para Engineer untuk mendesign
di pabrik baik itu oil & gas atau pulp & paper atau chemical plant atau
apalah yang menggunakan code dan Standard ASME.
ASME / ANSI B16 – Standar Pipes and
Fittings yang ASME B16 Standar mencakup pipa dan alat kelengkapan dalam besi
cor, perunggu, tembaga dan besi tempa The ASME – American Society of Mechanical
Engineers – ASME / ANSI B16 Standar mencakup pipa dan alat kelengkapan dalam
besi cor, perunggu, tembaga dan baja tempa. ASME / ANSI B16.1 – 1998 – Cast
Iron Pipe Fittings flensa dan flens Standar ini untuk Kelas 25, 125, dan
250 Cast Iron Pipe Fittings flensa dan flens meliputi:
(a) tekanan-suhu peringkat,
(b) ukuran dan metode mengurangi bukaan menunjuk fitting,
(c) tanda,
(d) persyaratan minimum untuk bahan,
(e) dimensi dan toleransi,
3. JIS (JAPANESE INDUSTRIAL STANDARD)
Standar Industri Jepang (JIS)
menentukan standar yang digunakan untuk kegiatan industri di Jepang. Proses
standarisasidikoordinasikan oleh Jepang Komite Standar Industri dan
dipublikasikan melaluiAsosiasi Standar Jepang. Di era Meiji, perusahaan swasta
bertanggung jawab untuk membuat standar meskipun pemerintah Jepang tidak
memiliki standar dan dokumen spesifikasiuntuk tujuan pengadaan untuk artikel
tertentu, seperti amunisi. Ini diringkas untuk membentuk standar resmi (JES
lama) pada tahun 1921.Selama Perang Dunia II, standar disederhanakan didirikan
untuk meningkatkan produksi materiil. Orang Jepang ini Standards Association
didirikan setelah kekalahan Jepangdalam Perang Dunia II pada 1945. Para
Industri Jepang Komite Standarperaturan yang diundangkan pada tahun 1946,
standar Jepang (JES baru) dibentuk. Hukum Standardisasi Industri disahkan pada
1949, yang membentuk landasanhukum bagi Standar hadir Industri Jepang (JIS).
Hukum Standardisasi Industri
direvisi pada tahun 2004 dan “JIS tanda” (produksistem sertifikasi) diubah;
sejak 1 Oktober 2005, baru JIS tanda telah diterapkanpada sertifikasi ulang.
Penggunaan tanda tua diizinkan selama masa transisi tiga tahun (sampai 30
September 2008), dan setiap produsen mendapatkansertifikasi baru atau
memperbaharui bawah persetujuan otoritas telah mampuuntuk menggunakan merek JIS
baru. Oleh karena itu semua JIS-bersertifikatproduk Jepang telah memiliki JIS
tanda baru sejak 1 Oktober 2008.
4. API ( American Petroleum Institute )
API adalah standard yang dibikin
oleh American Petroleum Institute untuk memberikan ranking bagi viskositas dan
kandungan oli yang berlaku. Ijin oli dari berbagai perusahaan yang berbeda
dibandingkan dalam rangka menciptakan standard bobot viskositas. Juga ijin oli
dari berbagai perusahaan berbeda dibandingkan dalam rangka menciptakan standard
formulasi isi kandungan oli ( terutama untuk meyakinkan isi kandungan oli
sesuai dengan aturan system control polusi yang dikeluarkan pemerintah, seperti
katalitik converter, tetapi standard ini lebih mengacu pada oli untuk mesin
mobil daripada untuk mesin motor. Standar API dipengaruhi oleh mandat
pemerintah ( seperti control terhadap polusi ), jadi oli yang memenuhi standard
rating lebih baru/tinggi bukan berarti performanya lebih baik ( atau bahkan
sama ) dengan oli dengan rating yang lebih tua, ini bergantung pada tipe mesin
motor anda. Standar API dibuat untuk mesin mobil, bukan mesin motor. yang ini
udah usang, juarang banged ada lagi di pasaran. Sebaiknya Jangan digunakan
untuk sepeda motor. Secara teknik usang, tetapi masih banyak digunakan untuk
oli sepeda motor. Termasuk atria motor semplakan dan kesayangan kita
semua. Masih banyak oli sepeda motor yang memenuhi syarat untuk masuk ke dalam
ranking SF/SG (seperti yang ditawarkan Castrol, Mobil, Top one, dll ) dan
banyak juga sepeda motor yang menggunakan spesifikasi oli ranking ini, seperti
Yamaha Vega (Yamalube 4 API Service SF, SAE20w-40).
5. TEMA (The Tubular Exchanger
Manufacturers Association)
The Tubular Exchanger Manufacturers
Association, Inc (TEMA) adalah asosiasi perdagangan dari produsen terkemuka
shell dan penukar panas tabung, yang telah merintis penelitian dan pengembangan
penukar panas selama lebih dari enam puluh tahun. Standar TEMA dan perangkat
lunak telah mencapai penerimaan di seluruh dunia sebagai otoritas pada desain
shell dan tube penukar panas mekanik.
TEMA adalah organisasi progresif dengan
mata ke masa depan. Anggota pasar sadar dan secara aktif terlibat, pertemuan
beberapa kali setahun untuk mendiskusikan tren terkini dalam desain dan
manufaktur. Organisasi internal meliputi berbagai subdivisi berkomitmen untuk
memecahkan masalah teknis dan meningkatkan kinerja peralatan. Upaya teknis
koperasi menciptakan jaringan yang luas untuk pemecahan masalah, menambah nilai
dari desain untuk fabrikasi.
Apakah memiliki penukar panas yang
dirancang, dibuat atau diperbaiki, Anda dapat mengandalkan pada anggota TEMA
untuk memberikan desain, terbaru efisien dan solusi manufaktur. TEMA adalah
cara berpikir – anggota tidak hanya meneliti teknologi terbaru, mereka
menciptakan itu. Selama lebih dari setengah abad tujuan utama kami adalah untuk
terus mencari inovasi pendekatan untuk aplikasi penukar panas. Akibatnya,
anggota TEMA memiliki kemampuan yang unik untuk memahami dan mengantisipasi
kebutuhan teknis dan praktis pasar saat ini.
Macam-maca standar manajemen bidang teknik industri adalah
sebagai berikut:
1. ISO 9000
ISO 9000 adalah kumpulan standar
untuk sistem manajemen mutu (SMM). ISO 9000 yang dirumuskan oleh TC 176 ISO,
yaitu organisasi internasional di bidang standardisasi. ISO 9000 pertama kali
dikeluarkan pada tahun 1987 oleh International Organization for Standardization
Technical Committee (ISO/TC) 176. ISO/TC inilah yang bertanggungjawab untuk
standar-standar sistem manajemen mutu. ISO/TC 176 menetapkan siklus peninjauan
ulang setiap lima tahun, guna menjamin bahwa standar-standar ISO 9000 akan menjadi
up to date dan relevan untuk organisasi. Revisi terhadap standar ISO 9000 telah
dilakukan pada tahun 1994 dan tahun 2000.
adanya satu set prosedur yang
mencakup semua proses penting dalam bisnisadanya pengawasan dalam proses
pembuatan untuk memastikan bahwa sistem menghasilkan produk-produk
berkualitas;tersimpannya data dan arsip penting dengan baik;adanya pemeriksaan
barang-barang yang telah diproduksi untuk mencari unit-unit yang rusak, dengan
disertai tindakan perbaikan yang benar apabila dibutuhkan.secara teratur
meninjau keefektifan tiap-tiap proses dan sistem kualitas itu sendiri.
Sebuah perusahaan atau organisasi
yang telah diaudit dan disertifikasi sebagai perusahaan yang memenuhi
syarat-syarat dalam ISO 9001 berhak mencantumkan label “ISO 9001 Certified”
atau “ISO 9001 Registered”.
Sertifikasi terhadap salah satu ISO 9000 standar tidak
menjamin kualitas dari barang dan jasa yang dihasilkan. Sertifikasi hanya
menyatakan bahwa bisnis proses yang berkualitas dan konsisten dilaksanakan di
perusahaan atau organisasi tersebut. Walaupan standar-standar ini pada mulanya
untuk pabrik-pabrik, saat ini mereka telah diaplikasikan ke berbagai perusahaan
dan organisasi, termasuk perguruan tinggi dan universitas.
2. System Manajemen Produksi TQM
Total Quality MANAGEMENT (TQM)
mengacu pada penekanan kualitas yang meliputi organisasi keseluruhan, mulai
dari pemasok hingga pelanggan. TQM menekankan komitmen manajemen untuk
mendapatkan arahan perusahaan yang ingin terus meraih keunggulan dalam semua
aspek produk dan jasa penting bagi pelanggan. Ada beberapa elemen bahwa sesuatu
dikatakan berkualitas, yaitu:
Kualitas meliputi usaha memenuhi
atau melebihi harapan pelangganKualitas mencakup produk, jasa, manusia, proses,
dan lingkunganKualitas merupakan kondisi yang selalu berubah (apa yang dianggap
berkualitas saat ini mungkin dianggap kurang berkualitas pada saat yang
lain).Kualitas merupakan suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk,
jasa, manusia, proses, dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan.
Manfaat Program TQM
TQM sangat bermanfaat baik bagi
pelanggan, institusi, maupun bagi staf organisasi.
Manfaat TQM bagi pelanggan adalah:
Sedikit atau bahkan tidak memiliki masalah dengan produk
atau pelayanan.Kepedulian terhadap pelanggan lebih baik atau pelanggan lebih
diperhatikan.Kepuasan pelanggan terjamin.
Manfaat TQM bagi institusi adalah:
Terdapat perubahan kualitas produk
dan pelayananStaf lebih termotivasiProduktifitas meningkatBiaya turunProduk
cacat berkurangPermasalahan dapat diselesaikan dengan cepat.
Manfaat TQM bagi staf Organisasi adalah:
PemberdayaanLebih terlatih dan
berkemampuanLebih dihargai dan diakui.
Manfaat lain dari implementasi TQM yang mungkin dapat
dirasakan oleh institusi di masa yang akan datang adalah Membuat institusi sebagai
pemimpin (leader) dan bukan hanya sekedar pengikut (follower)Membantu
terciptanya tim workMembuat institusi lebih sensitif terhadap kebutuhan
pelangganMembuat institusi siap dan lebih mudah beradaptasi terhadap
perubahanHubungan antara staf departemen yang berbeda lebih mudah. Tujuh konsep
program TQM yang efektif yaitu perbaikan berkesinambungan, Six Sigma,
pemberdayaan pekerja, benchmarking, just-in-time (JIT), konsep Taguchi, dan
pengetahuan perangkat TQM.
3. Standar Manajemen Keselamatan Dan
Kesehatan Kerja
Pengertian (Definisi) Sistem
Manajemen K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) secara umum merujuk pada 2 (dua)
sumber, yaitu Permenaker No 5 Tahun 1996 tentang Sistem Manajemen Keselamatan
dan Kesehatan Kerja dan pada Standar OHSAS 18001:2007 Occupational Health and
Safety Management Systems.
Pengertian (Definisi) Sistem
Manajemen K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) menurut Permenaker No 5 Tahun
1996 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja ialah bagian dari
sistem secara keseluruhan yang meliputi struktur organisasi, perencanaan,
tanggung-jawab, pelaksanaan, prosedur, proses dan sumber daya yang dibutuhkan
bagi pengembangan, penerapan, pencapaian, pengajian dan pemeliharaan kebijakan
Keselamatan dan Kesehatan Kerja dalam rangka pengendalian resiko yang berkaitan
dengan kegiatan kerja guna terciptanya tempat kerja yang aman, efisien dan
produktif. Sedangkan Pengertian (Definisi) Sistem Manajemen K3 (Keselamatan dan
Kesehatan Kerja) menurut standar OHSAS 18001:2007 ialah bagian dari sebuah
sistem manajemen organisasi (perusahaan) yang digunakan untuk mengembangkan dan
menerapkan Kebijakan K3 dan mengelola resiko K3 organisasi (perusahaan)
tersebut.
Elemen-Elemen Sistem Manajemen
Keselamatan dan Kesehatan Kerja bisa beragam tergantung dari sumber (standar)
dan aturan yang kita gunakan. Secara umum, Standar Sistem Manajemen Keselamatan
Kerja yang sering (umum) dijadikan rujukan ialah Standar OHSAS 18001:2007,
ILO-OSH:2001 dan Permenaker No 5 Tahun 1996 tentang Sistem Manajemen
Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
4. OHSAS 18000
Standar OHSAS 18000 merupakan
spesifikasi dari sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja internasional
untuk membantu organisasi mengendalikan resiko terhadap kesehatan dan
keselamatan pekerjanya. dalam perusahaan harus memiliki standar OHSAS 18000,
hal ini penting bagi keselamatan kerja di perusahaan sehingga akan menghasilkan
produksi yang berjalan lancar dan berdampak baik bagi karyawan untuk mencegah
atau memperkecil tingkat kecelakaan.
Apabila perusahaan tersebut bergerak
di bidang industri yang memproduksi suatu barang dengan menggunakan alat-alat
berat yang paling diutamakan adalah kesehatan dan keselamatan karyawan dalam
bertugas, sehingga perusahaan harus memperhatikan kebutuhan fisik terhadap
karyawan, seperti memberi makan kepada karyawan pada waktu jam makan &
istirahat yang cukup umtuk menjaga kesehatan karyawan. begitu juga dibutuhkan
keselamatan kerja dalam bertugas, oleh karena itu perusahaan membuat
aturan/prosedur untuk diterapkan pada karyawannya. bagi keselamatan karyawan
harus lah menggunakan pakaian yang aman atau pelindung diri menurut aturan
perusahaan sehingga memperkecil tingkat kecelakan. Dengan adanya OHSAS 18000
perusahaan pun akan berjalan dengan baik karena kesehatan dan keselamatan kerja
bagi karyawan sangat diperhatikan dan menguntungkan bagi perusahaan dalam
meningkatkan hasil produksi, dalam hal ini berdampak positif sehingga saling
menguntungkan bagi perusahaan maupun karyawan.
5. ISO 14000
Standar manajemen lingkungan yang
sifatnya sukarela tetapi konsumen menuntut produsen untuk melaksanakan program
sertifikasi tersebut. Pelaksanaan program sertifikasi ISO 14000 dapat dikatakan
sebagai tindakan proaktif dari produsen yang dapat mengangkat citra perusahaan
dan memperoleh kepercayaan dari konsumen. Dengan demikian maka pelaksanaan
Sistem Manajemen Lingkungan (SML) berdasarkan Standar ISO Seri 14000 bukan
merupakan beban tetapi justru merupakan kebutuhan bagi produsen (Kuhre, 1996).
ISO 14000 adalah standar
internasional tentang sistem manejemen lingkungan (Rothery, 1995) yang sangat
penting untuk di ketahui dan di laksanakan oleh seluruh sektor industri.
Mengapa di katakan sangat penting? Itu sangat jelas sekali bahwa segala
aktivitas di semua sektor industri keci, besar akan berpemgaruh pada lingkungan
yang akan sangat berpengaruh bagi makluk hidup di sekitarnya, bukan hanya kita
sebagai mausia, tetapi hewan dan tumbuhan akan juga mendapatkan dampaknya.
Dalam mengelola lingkungan maka
dibutuhkan standar yang jelas, yaitu ISO 14000. Sistem ISO 14000
adalah standar sistem pengelolaan lingkungan yang dapat diterapkan pada
bisnis apapun, terlepas dari ukuran, lokasi, atau pendapatan. Tujuan dari sitem
ini adalah untuk mengurangi kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh bisnis
dan untuk mengurangi polusi dan limbah yang dihasilkan oleh bisnis.
Manfaat dari ISO 14000 adalah :
Pengelolaan lingkungan yang lebih
efektif dan efisien dalam organisasiUntuk menyediakan tools yang berguna dan
bermanfaat dan fleksibel sehingga mencerminkan organisasi yang baik.Dapat
mengidanfikasi, memperkirakan dan mengatasi resiko lingkungan yang mungkin
timbul.Dapat menekan biaya produksi dapat mengurangi kecelakan kerja, dapat
memelihara hubungan baik dengan masyarakat, pemerintah dan pihak – pihak yang
peduli terhadap lingkungan.Memberi jaminan kepada konsumen mengenai komitmen
pihak manajemen puncak terhadap lingkungan.Dapat meningkat citra
perusahaan,meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperbesar pangsa
pasar.Menunjukan ketaatan perusahaan terhadap perundang – undangan yang
berkaitan dengan lingkungan.Mempermudah memperoleh izin dan akses kredit
bank.Dapat meningkatakan otivasi para pekerja.
ISO 14000 menawarkan guidance untuk
memperkenalkan dan mengadopsi sistem manajemen lingkungan berdasarkan pada
praktek – praktek terbaik, hampir sama di ISO 9000 pada sistem manajemen mutu
yang sekarang diterapkan secara luas. ISO 14000 ada untuk membantu organisasi
meminimalkan bagaimana operasi mereka berdampak negatif pada lingkungan. Sistem
ini dapat diterapkan berdampingan dengan ISO 9000.
Sertifikasi ISO 14000
Agar suatu organisasi dianugerahi
ISO 14000 mereka harus diaudit secara eksternal oleh badan audit yang telah
terakreditasi. Badan sertifikasi harus diakreditasi oleh ANSI-ASQ, Badan
Akreditasi Nasional di Amerika Serikat, atau Badan Akreditasi Nasional di
Irlandia.
Memahami konsep ISO 14000
Konsep utama yang merupakan kunci
untuk menjalankan ISO 14000 adalah Manajemen dan Kebijakan Kinerja Lingkungan.
Manajer puncak harus menetapakan kebijakan lingkungan organisasi dan menjamin
bahwa kewajiban:
Sesuai dengan sifat, skala dan dampak lingkungan kegiatan,
produk atau jasa.Termasuk komitmen untuk peningkatan berkelanjutan dan
pencegahan pencemaran.Termasuk komitmen untuk patuh terhadap peraturan
lingkungan terikat dan persyaratan – persyaratan lain terhadap
perusahaan.Memberiakan kerangka kerja untuk membuat dan menkaji tujuan dan
sasaran lingkung.Didokumentasikan, diterapkan dipelihara dan dikomunikasikan
kepadasemua karyawan.Tersedia kepada masyarakat.
4.2 Manfaat
Kegiatan Standar Teknik dalam Menunjang Kompetensi di Bidang Teknik Industri
Dalam rekayasa,
manufaktur, dan bisnis, sangat penting bagi pemasok, pembeli, dan pengguna
bahan, produk, atau layanan untuk memahami dan menyetujui semua persyaratan.
Standard teknik adalah jenis sebuah standar yang sering dirujuk oleh suatu
kontrak atau dokumen pengadaan. Ini menyediakan rincian yang diperlukan tentang
persyaratan khusus. Standard teknik dapat ditulis oleh instansi pemerintah,
organisasi standar (ASTM, ISO, CEN, dll), asosiasi perdagangan, perusahaan, dan
lain-lain.
Sebuah standard teknik
produk tidak harus membuktikan suatu produk benar. Item mungkin diverifikasi
untuk mematuhi standard teknik atau dicap dengan nomor standard teknik: ini
tidak, dengan sendirinya, menunjukkan bahwa item tersebut adalah cocok untuk
penggunaan tertentu. Orang-orang yang menggunakan item (insinyur, serikat
buruh, dll) atau menetapkan (item bangunan kode, pemerintah, industri, dll)
memiliki tanggung jawab untuk mempertimbangkan pilihan standard teknik yang
tersedia, tentukan yang benar, menegakkan kepatuhan, dan menggunakan item
dengan benar.
Dalam kemampuan proses
pertimbangan sebuah standard teknik yang baik, dengan sendirinya, tidak selalu
berarti bahwa semua produk yang dijual dengan standard teknik yang benar-benar
memenuhi target yang terdaftar dan toleransi. Realisasi produksi dari berbagai
bahan, produk, atau layanan yang melekat dengan melibatkan variasi output.
Dengan distribusi normal, proses produksi dapat meluas melewati plus dan minus
tiga standar deviasi dari rata-rata proses. Kemampuan proses bahan dan produk
harus kompatibel dengan toleransi teknik tertentu. Adanya proses kontrol dan
sistem manajemen mutu efektif, seperti Total Quality Management, kebutuhan
untuk menjaga produksi aktual dalam toleransi yang diinginkan.
4.3 Soal
Pendalaman Materi
1. ASME adalah sebuah lembaga standarisasi
yang memiliki kepanjangan?
a.
American Society of Mechanical Engineer
b. American
Society of Mathematic
Engineer
c. American
Society of Mill
Engineer
d. American Society of Mecatronic
Engineer
2. JIS merupakan standart teknis yang
dikeluarkan oleh negara?
a. Indonesia
b. China
c. Jepang
d. Amerika
3. Standar internasional tentang sistem manejemen lingkungan
adalah?
a. ISO 9001
b. ISO 14000
c. ISO 9000
d. ISO 3001
4. ISO merupakan singkatan dari?
a. Indonesia Standart Organization
b. International Standart Organization
c. International Society Organization
d. International Security Organization
5. ANSI merupakan singkatan dari?
a. American
National Standart Institute
b. American
National Society Institute
c. American
National Security Institute
d. American
National System Institute
Sumber:
No comments:
Post a Comment