Sunday, 21 December 2014

Penyanyi Jalanan



Bermodalkan kecrekan

Kau arungi hari

Bernyanyi-nyanyi di siang hari

Mencari rezeki demi  sesuap nasi


Sangat berat tugasmu

Menghidupi keluargamu

Merelakan pendidikan

Demi beratnya tuntutan



Angkutan demi angkutan

Kau singgahi

Alunan demi alunan

Kau bernyanyi



Siang kan berlalu

Langit pun menjadi  senja

Semakin ramai suaramu

Tapi tak henti hiasi ibu kota



Malam  telah datang

Kau pun berhenti berjuang

Saatnya kembali  pulang

Membawa sekantung uang



Dalam keterbatasan

Menafkahi keluargamu

Sungguh besar jasamu

Wahai pengamen kecil




Saturday, 20 December 2014

Manusia dan Keadilan

A. Pengertian Keadilan


    Adil menurut bahasa Arab disebut dengan kata ‘adilun, yang berarti seimbang. Menurut kamus besar bahasa Indonesia, adalah diartikan tidak berat sebelah, tidak memihak, berpihak pada yang benar, berpegang pada kebenaran, sepatutnya, dan tidak sewenang-wenang. Menurut ilmu akhlak ialah meletakan sesuatu pada tempatnya, memberikan atau menerima sesuatu sesuai haknya, dan menghukum yang jahat sesuai haknya,  dan menghukum yang jahat sesuai dan kesalahan, dan pelanggaranya.. Aristoteles mengartikan keadilan adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan diartikan sebagai titik tengah antara kedua ujung ekstrem yang terlalu banyak dan terlalu sedikit. Kedua ujung ekstrem ini menyangkut dua orang atau benda. Bila kedua individu mempunyai kesamaan dalam ukuran yang telah ditetapkan, maka masing-masing orang harus memperoleh benda atau hasil yang sama, maka inilah yang dinamakan adil.

B. Keadilan Sosial

     Dalam Pancasila di sila kelima berbunyi "keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia". Esensi keadilan sosial yaitu memelihara hak-hak individu dan memberikan hak-haknya kepada setiap orang yang berhak menerima karena manusia adalah makhluk sosial, makhluk yang tidak bisa berdiri sendiri dalam memenuhi segala kebutuhannya.

C. Macam-macam Keadilan
  1. Keadilan Individual, yaitu keadilan yang merujuk pada kehendak baik atau buruk masing-masing individu.
  2. Keadilan Sosial, yaitu keadilan yang pelaksanaannya bergantung pada struktur-struktur yang terdapat pada bidang politik, eonomi, sosial, budaya, ideologi, dan mencakup semua unsur sosial.
  3. Keadilan Legal/Moral, Plato berpendapat bahwa keadilan dan hukum merupakan substansi rohani umum dari masyarakat yang membuat dan menjaga kesatuannya. Pendapat Plato itu disebut keadilan moral, sedangkan Sunoto menyebutnya keadilan legal.
  4. Keadilan Distributif, Aristoteles berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bila hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama secara tidak sama
  5. Keadilan Komutatif, yaitu keadilan yang bertujuan memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum. Bagi Aristoteles pengertian keadilan itu merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam masyarakat.
D. Kejujuran

  Kejujuran atau jujur artinya apa yang dikatakan seseorang sesuai dengan hati nuraninya apa yang dikatakannya sesuai dengan kenyataan yang ada. Sedang kenyataan yang ada itu adalah kenyataan yang benar-benar ada. Jujur juga berarti seseorang bersih hatinya dari perbuatan-erbuatan yang dilarang oleh agama dan hukum.


E. Kecurangan

 Curang identik dengan ketidakjujuran atau tidak jujur, dan sama pula dengan licik. Curang atau kecurangan artinya apa yang diinginkan tidak sesuai dengan hati nurani. Kecurangan timbul dari dalam diri manusia karena rasa ketidakmampuan, dan ketidakpercayaan diri sehingga terdorong untuk melakukan berbagai hal yang tidak diperbolehkan untuk memenangkan suatu permainan. Misalnya seorang atlet olahraga karena takut dengan musuhnya dia melakukan cara curang yaitu dengan doping untuk mengalahkan lawannya dalam pertandingan.

F. Pemulihan Nama Baik

Nama baik merupakan tujuan utama orang hidup. Nama baik adalah nama yang tidak tercela. Setiap orang menjaga dengan hati-hati agar namanya tetap baik. Lebih-lebih jika ia menjadi teladan bagi orang/tetangga disekitarnya adalah suatu kebanggaan batin yang tak ternilai harganya. Nama baik merupakan tujuan utama dari seseorang yang hidup di dunia. Setiap orang pasti berhati-hati dalam melakukan sesuatu hal agar namanya tetap baik. Intinya pemulihan nama baik adalah kesadaran manusia atas segala kesalahan-kesalahannya, apabila kelakuan, atau sikapnya tidak sesuai dengan norma, dan adat istiadat yang berlaku di dalam masyarakat.

G. Pembalasan 

Pembalasan adalah sebuah perilaku yang ditujukan untuk mengembalikan perbuatan seseorang. Ada pembalasan dalam hal kebaikan dan ada pembalasan yang bersifat buruk atau berorientasi pada dendam. Pembalasan juga bisa disebut sebagai hukuman ataupun anugrah, pembalasan diartikan sebagai hukuman ketika seseorang mendapatkan kejadian buruk setelah berbuat kejahatan kepada orang lain dan sebaliknya, pembalasan diartikan sebagai anugrah ketika seseorang mendapatkan keuntungan setelah orang tersebut berbuat baik kepada orang lain.

Kesimpulan

Menurut saya keadilan merupakan sesuatu sikap yang harus dimiliki oleh setiap manusia, karena bila tidak ada sikap adil dalam diri manusia maka akan terjadi sebuah kecemburuan sosial yang memunculkan berbagai intrik seperti pembalasan dendam, kecurangan, dan sifat yang buruk lainnya. Namun sebenarnya sikap adil yang seadil-adilnya adalah milik Allah SWT, kita sebagai manusia hanya bisa mencoba untuk menjadi seorang yang adil walaupun tidak seadil Dia yang Maha Adil.

Daftar Pustaka



Thursday, 27 November 2014

HAMPA



Diantara hiruk pikuk manusia

Hingar binger kota

Tertatih-tatih melangkah

Dengan tubuh yang renta


               
                Seolah tak mampu menatap dunia

                Dunia seolah gelap tanpa cahaya

                Karena masa muda


                Kau lalui dengan sia-sia

Wednesday, 26 November 2014

Manusia, dan Keindahan

A. Pengertian Manusia, dan Keindahan

    1. Manusia

         Manusia merupakan makhluk sosial, yaitu manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan dari orang lain. Manusia pada hakikatnya adalah makhluk yang diciptakan tuhan, dan makhluk yang diciptakan paling sempurna diantara mahluk-mahluk ciptaannya yang ada di dunia ini. Manusia diciptakan oleh ALLAH SWT  memiliki akal dan pikiran, sehingga manusia menggunakan akal dan pikirannya dalam melakukan suatu hal di kehidupannya sehari-hari. Sehingga terciptalah manusia yang sebenar-benarnya, yaitu manusia yang berakal, dan mempunyai pikiran.

    2. Keindahan

        Keindahan berasal dari kata indah, yang artinya bagus, permai, cantik, elok, molek, dan sebagainya. Keindahan adalah identik dengan kebenaran. Keindahan adalah kebenaran dan kebenaran adalah keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi, dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah. Yang tidak mengandung keindahan berarti tidak indah. Keindahan juga bersifat universal, artinya tidak terikat oleh selera perorangan, waktu dan tempat, selera mode, kedaerahan atau lokal.

Apakah Keindahan Itu?

Keindahan adalah sesuatu konsep abstrak yang tidak dapat dinikmati, keindahan bisa dinikmati melalui suatu karya. Dengan kata lain keindahan dapat dinikmati jika dihubungkan dengan suatu bentuk.

Keindahan memiliki perbedaan, perbedaan keindahan menurut luasnya :

Keindahan dalam arti luas
Keindahan dalam arti luas menurut plotinus ilmu yang indah dan kebajikan yang indah.

Keindahan dalam arti estetis murni
Keindahan dalam arti estetis murni menyangkut pengalaman estetis dari seseorang dalam hubungannya dengan sesuatu yang diserapnya.

Keindahan dalam arti terbatas dalam hubungan penglihatan
Keindahan dalam arti yang terbatas, mempunyai arti yang lebih disempitkan sehingga hanya menyangkut bendabenda yang dapat -diserap dengan penglihatan, yakni berupa keindahan bentuk dan warna.

B. Nilai Estetika

Menurut Liang Gie yang meneliti tentang nilai dijelaskan bahwa, pengertian keindahan dianggap sebagai salah satu jenis nilai seperti halnya nilai moral, nilai ekonomi, nilai pendidikan, dan sebagainya. Nilai yang berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam pengertian keindahan disebut nilai estetik. Dalam ”Dictionary of Sociology and Related Science” diberikan rumusan tentang nilai sebagai berikut :

”The believed Capacity of any object to saticgy a human desire. The Quality of any object which causes it be of interest to an individual or a group” yaitu kemampuan yang dianggap ada pada suatu benda yang dapat memuaskan keinginan manusia. Sifat dari suatu benda yang menarik minat seseorang atau suatu kelompok.

Hal itu berarti, bahwa nilai adalah semata-mata adalah realita psikologi yang harus dibedakan secara tegas dari kegunaan, karena terdapat dalam jiwa manusia dan bukan pada hendaknya itu sendiri. Nilai dianggap terdapat pada suatu benda sampai terbukti letak kebenarannya.

Penggolongan Nilai :

Nilai ekstrinsik

Nilai ekstrinsik adalah sifat baik dari suatu benda sebagai alat atau sarana untuk sesuatu hal lainnya (”instrumental! Contributory value”), yakni nilai yang bersifat sebagai alat atau membantu contohnya puisi, bentuk puisi yang terdiri dari bahasa, diksi, baris, sajak, irama, itu disebut nilai ekstrinsik

Nilai intrinsik

Nilai intrinsik adalah sifat baik dari benda yang bersangkutan, atau sebagai suatu tujuan, ataupun demi kepentingan benda itu sendiri. Contohnya : pesan puisi yang ingin disampaikan kepada pembaca melalui (alat benda) puisi itu disebut nilai intrinsik .

Beberapa pandangan dari para ahli tentang pengertian keindahan

1. Tolstoy : Keindahan adalah sesuatu yang rnendatangkan rasa menyenangkan bagi yang melihat.

2. Baumgarten : Keindahan adalah keseluruhan yang merupakan susunan yang teratur dari bagian-bagian yang saling berhubungan satu sarna lain, atau dengan keseluruhan itu sendiri. Atau, beauty is an order of parts in their manual relations and in their relation to the whole.

3. Menurut Sulzer : Yang indah hanyalah yang baik. Jika belum baik ciptaan itu belum indah. Keindahan harus dapat memupuk perasaan moral. Jadi ciptaan-ciptaan yang amoral tidak bisa dikatakan indah, karena tidak dapat digunakan untuk memupuk moral.

4. Winehelmann : Keindahan dapat terlepas sama sekali dari kebaikan.

5. Shaftesbury : Yang indah adalah yang memiliki proporsi yang harmonis. Karena proporsi yang harmonis itu nyata, maka keindahan itu dapat disamakan dengan kebaikan. Jadi, yang indah adalah nyata dan yang nyata adalah yang baik..

6. Hume : Keindahan adalah sesuatu yang dapat mendatangkan rasa senang.

7. Hemsterhuis : Yang indah adalah yang paling banyak mendatangkan rasa senang, dan itu adalah yang dalam waktu sesingkat-singkatnya paling banyak memberikan pengalaman yang menyenangkan.

C. Kontemplasi dan Ekstansi

Kontemplasi adalah dasar dalam diri manusia untuk menciptakan sesuatu yang indah yang merupakan suatu proses bermeditasi merenungkan atau berpikir penuh dan mendalam untuk mencari nilai-nilai, makna, manfaat dan tujuan atau niat suatu hasil penciptaan.

Ekstansi adalah dasar dalam diri manusia untuk menyatakan, merasakan dan menikmati sesuatu yang indah.

Manusia menciptakan berbagai macam peralatan untuk memecahkan rahasia gejala alami tersebut. Semuanya ini dilakukan dan hanya bisa terjadi berdasarkan resep atau pemikiran pendahuluan yang dihasilkan oleh kontemplasi. Siklus kehidupan manusia dalam lingkup pandangan ini menunjukkan bahwa kontemplasi selain sebagai tujuan juga sebagai cara atau jalan mencari keserba sempurnaan kehidupan manusia.

Apa Sebabnya Manusia Menciptakan Keindahan?

Keindahan itu pada dasamya adalah alamiah. Alam ciptaan Tuhan. lni berarti bahwa keindahan itu ciptaan Tuhan. Alamiah artinya wajar, tidak berlebihan tidak pula kurang. Kalau pelukis melukis wanita lebih cantik dari keadaan sebenamya, justru tidak indah. Pengungkapan keindahan dalam karya seni didasari oleh motivasi tertentu dan dengan tujuan tertentu pula. Motivasi itu dapat berupa pengalaman atau kenyataan mengenai penderitaan hidup manusia, mengenai kemerosotan moral, mengenai perubahan nilai-nilai dalam masyarakat, mengenai keagungan Tuhan, dan banyak lagi lainnya. Berikut ini akan dicoba menguraikan alasan/motivasi dan tujuan seniman menciptakan keindahan.

1) Tata nilai yang telah usang

Tata nilai yang terjelma dalam adat istiadat ada yang sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan, sehingga dirasakan sebagai hambatan yang merugikan dan mengorbankan nilai-nilai kemanusiaan, misalnya kawin paksa.

2) Kemerosotan Zaman

Keadaan yang merendahkan derajad dan nilai kcmanusiaan ditandai dengan kemerosotan moral. Kemerosotan moral dapat diketahui dari tingkah laku dan perbuatan manusia yang bejad terutama dari segi kebutuhan seksual.

Sebagai contoh ialah karya seni berupa sajak yang dikemukakan oleh W.S.Rendra berjudul “Bersatulah Pelacur-pelacur Kota Jakarta”. Di sini pengarang memprotes perbuatan bejad para pejabat, yang merendahkan derajad wanita dengan mengatakan sebagai inspirasi revolusi, tetapi tidak lebih dari pelacur.

3) Penderitaan Manusia

Banyak faktor yang membuat manusia itu menderita. Tetapi yang paling menentukan ialah faktor manusia itu sendiri. Manusialah yang membuat orang menderita sebagai akibat nafsu ingin berkuasa. serakah, tidak berhati-hati dan sebagainya.

Keadaan demikian ini tidak mempunyai daya tarik dan tidak menyenangkan, karena nilai kemanusiaan telah diabaikan, dan dikatakan tidak indah. Yang tidak indah itu harus dilenyapkan karena tidak bermanfaat bagi kemanusiaan.

4) Keagungan Tuhan

Keagungan Tuhan dapat dibuktikan melalui keindahan alam dan keteraturan alam semesta serta kejadian-kejadian alam. Keindahan alam merupakan keindahan mutlak ciptaan Tuhan. Manusia hanya dapat meniru saja keindahan ciptaan Tuhan itu. Seindah-indah tinian terhadap ciptaan Tuhan, tidak akan menyamai keindahan ciptaan Tuhan itu sendiri. Kecantikan seorang wanita ciptaan Tuhan membuat kagum seniman Leonardo da Vinci. Karena itu ia berusaha meniru ciptaan Tuhan dengan melukis Monalisa sebagai wanita cantik. Lukisan monalisa sangat terkenal karena menarik dan tidak membosankan.


http://ocw.gunadarma.ac.id/course/psychology/study-program-of-psychology-s1/ilmu-budaya-dasar/manusia-dan-keindahan

http://elearning.gunadarma.ac.id/?option=com_wrapper&Itemid=36

Thursday, 13 November 2014

MANUSIA DAN KEBUDAYAAN


A.   MANUSIA
Manusia adalah mahluk yang berpengaruh di dunia ini. Banyak sekali pengertian manusia yang dibahas/dirumuskan dalam berbagai ilmu pengetahuan seperti di dalam eksakta, dan ilmu sosial antara lain:
Dalam Kimia: Manusia dipandang sebagai kumpulan dari partikel-partikel atom yang membentuk jaringan-jaringan sistem yang dimiliki oleh manusia,
Dalam Fisika: manusia merupakan kumpulan dari berbagai sistem fisik yang saling terkait satu sama lain dan merupakan kumpulan dari energi
Dalam Biologi: manusia merupakan makhluk biologis yang tergolong dalam golongan makhluk mamalia
Dalam Ekonomi: manusia merupakan makhluk yang ingin memperoleh keuntungan atau selalu memperhitungkan setiap kegiatan, sering disebut homo economicus
Dalam Sosiologi : manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat berdiri sendiri
Dalam Ilmu Politik : Manusia adalah makhluk yang selalu ingin mempunyai kekuasaan
Dalam Filsafat Manusia adalah Makhluk yang berbudaya, sering disebut homo-humanus, dan masih banyak filsafat-filsafat yang menjelaskan tentang manusia.

Terdapat dua pandangan/acuan yang bisa dijadikan untuk menjelaskan tentang unsur-unsur yang membangun manusia.
1.       Manusia terdiri atas 4 unsur, yaitu :

a.       Jasad : adalah badan kasar manusia yang nampak pada luarnya, dapat diraba, difoto dan menempati ruang dan waktu.
b.      Hayat : adalah sesuatu yang mengandung unsur hidup, yang ditandai dengan gerak.
c.       Ruh : adalah bimbingan dan pimpinan Tuhan, daya yang bekerja secara spiritual dan memahami kebenaran, suatu kemampuan mencipta yang besifat konseptual yang menjadi pusat lahirnya kebudayaan.
d.      Nafas : adalah diri atau keakuan, yaitu kesadaran tentang diri sendiri.
     
2.      Manusia sebagai satu kepribadian terdiri atas 3 unsur, yaitu :

a.       Id: yang merupakan struktur kepribadian yang paling primitif dan paling tidak nampak.
b.      Ego: merupakan bagian atas struktur keribadian yang pertama kali dibedakan dari Id, seringkali disebut sebagai kepribadian “eksekutif” karena peranannya dalam menghubungkan energi Id ke dalam saluran sosial yanng dapat dimengerti oleh orang lain.
c.       Superego: merupakan struktur kepribadian yang paling akhir, muncul kira-kira pada usia lima tahun.

B.   HAKEKAT MANUSIA

a.       Makhluk ciptaan Tuhan yang terdiri atas tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh .

Tubuh adalah materi yang dapat dilihat, diraba, dirasa, wujudnya konkrit tetapi tidak abadi. Jika manusia itu meninggal, tubuhnya akan hancur dan lenyap. Jiwa terdapat didalam tubuh, tidak dapat dilihat, tidak dapat diraba, sifatnya abstrak tetapi abadi. Jika manusia meninggal, jiwa lepas dari tubuh dan kembali ke asalnya yaitu Tuhan.

b.      Makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, jika dibanding dengan makhluk lainnya.

Kesempurnaan terletak pada adab dan budayanya, karena manusia dilengkapi oleh sang pencipta yaitu Tuhan Yang Maha Esa dengan akal, perasaan, dan kehendak yang terdapat di dalam diri, dan jiwa manusia. Dengan akal (ratio) manusia mampu menciptakan ilmu pengetahuan dan teknologi. Daya rasa (perasaan) dalam diri manusia itu ada dua macam, yaitu perasaan inderawi dan perasaan rohani. Perasaan inderawi adalah rangsangan jasmani melalui pancaindra, tingkatnya rendah dan terdapat pada manusia atau binatang. Perasaan rohani adalah perasaan luhur yang hanya terdapat pada manusia diantaranya :
1.      Perasaan intelektual    : adalah perasaan yang berkenaan dengan pengetahuan.
2.      Perasaan estetis           : adalah perasaan yang berkenaan dengan keindahan.
3.      Perasaan diri                : adalah perasaan yang berkenaan dengan kebaikan.
4.      Perasaan sosial            : adalah perasaan yang berkenaan dengan kelompok atau korp atau hidup bermasyarakat, ikut merasakan kehidupan orang lain.
5.      Perasaan diri                : adalah perasaan yang berkenaan dengan harga diri karena ada kelebihan dari yang lan.

c.       Makhluk biokultural, yaitu makhluk hayati yang budayawi

Manusia merupakan produk dari tindakan, atau interaksi faktor faktor hayati dan budayawi. Sebagai makhluk hayati, manusia dapat dipelajari dari segi anatomi, fisiologi atau psikiologi. Sebagai makhluk budayawi dapat dipelajari dari segi kemasyarakatan, kekerabatan dan psikologi sosial.

C. PENGERTIAN KEBUDAYAAN

Menurut Melville J. Herkovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan Cultural Determinism yaitu segala sesuatu yang terdapat di dalam masyarakat ditentukan adanya oleh kebudayaan yang dimiliki masyarakat itu. Herkovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang superorganic karena kebudayaan yang turun temurun dari generasi ke genarasi hidup terus. Walaupun orang-orang yang menjadi anggota masyarakat senantiasa silih berganti disebabkan kematian dan kelahiran. Pengertian kebudayaan meliputi bidang yang luasnya seolah-olah tidak ada batasnya. Dengan demikian sukar sekali untuk mendapatkan pembatasan pengertian atau definisi yang tegas dan terinci yang mencakup segala sesuatu yang seharusnya termasuk dalam pengertian tersebut. Dalam pengertian sehari-hari istilah kebudayaan sering diartikan sama dengan kesenian, terutama seni suara dan seni tari.
Secara bahasa sansekerta kebudayaan berasal dari kata budhaya yang berarti budi atau akal. Dalam bahasa latin, kebudayaan berasal dari kata colere, yang berarti mengolah tanah. Sehingga kebudayaan secara keseluruhan budaya dapat diartikan sebagai “segala sesuatu yang dihasilkan oleh akal budi/pikiran manusia dengan tujuan untuk mengolah tanah atau tempat tinggalnya, atau dapat pula diartikan segala usaha manusia untuk dapat melangsungkan dan mempertahankan hidupnya di dalam lingkungannya”. Budaya diartikan juga sebagai himpunan pengalaman yang dipelajari, yang mengacu pada pola-pola perilaku yang ditularkan secara sosial, yang merupakan kekhususan dalam kelompok sosial tertentu. Dengan demikian budaya mencakup segala aspek kehidupan manusia, baik yang bersifat materi, dan non materi.

D. UNSUR – UNSUR KEBUDAYAAN

Unsur yang dimaksud adalah makna totalitas dari pada sekedar penjumlahan unsur-unsur yang terdapat didalamnya. Kebudayaan setiap bangsa, atau masyarakat terdiri atas unsur-unsur besar maupun unsur-unsur kecil yang merupakan bagian dari suatu kebulatan yang bersifat kesatuan. Misalnya dalam kebudayaan indonesia dapat dijumpai unsur besar seperti umpamanya Majelis Permusyarawaratan Rakyat disamping unsur-unsur kecil seperti sisir, baju, kancing, peniti dan lainnya yang di jual di pinggir jalan.
C.Kluckhohn di dalam karyanya yang berjudul Universal Categories of Culture mengemukakan, bahwa terdapat 7 unsur kebudayaan universal, diantaranya adalah :
a.       Sistem Religi (sistem kepercayaan)
b.      Sistem Organisasi Kemasyarakatan
c.       Sistem Pengetahuan
d.      Sistem Mata Pencaharian Hidup dan Sistem-sistem Ekonomi
e.       Sistem Teknologi dan Peralatan
f.       Bahasa
g.      Kesenian

E. WUJUD KEBUDAYAAN

Menurut dimensi wujudnya, kebudayaan mempunyai 3 wujud yaitu :

1.      Kompleks gagasan, konsep, dan pikiran manusia :
      Wujud ini disebut sistem budaya, sifatnya abstrak, tidak dapat dilihat, dan berpusat pada kepala-kepala manusia yang menganutnya, atau dengan perkataan lain, dalam alam pikiran warga masyarakat dimana kebudayaan bersangkutan hidup.

2.      Kompleks aktivitas :
Berupa aktivitas manusia yang saling berinteraksi, bersifat kongkret, dapat diamati atau diobservasi. Wujud ini sering disebut sistem sosial.

3.      Wujud sebagai benda :
Aktivitas manusia yang saling berinteraksi tidak lepas dari berbagai penggunaan peralatan sebagai hasil karya manusia untuk mencapai tujuannya.

F. ORIENTASI NILAI BUDAYA

Kebudayaan sebagai karya manusia memiliki sistem nilai. Secara universal menyangkut lima masalah pokok kehidupan manusia, yaitu :

1.      Hakekat Hidup Manusia (MH)
Hakekat hidup untuk setiap kebudayaan berbeda secara ekstern; ada yang berusaha untuk memadamkan hidup, ada pula yang dengan pola-pola kelakuan tertentu menganggap hidup sebagai suatu hal yang baik,”mengisi hidup”

2.      Hakekat Karya Manusia (MK)
Setiap kebudayaan hakekatnya berbeda-beda, diantaranya ada yang beranggapan bahwa karya bertujuan untuk hidup, karya memberikan kedudukan atau kehormatan, karya merupakan gerak hidup untuk menambah karya lagi.

3.      Hakekat Waktu Manusia (WM)
Hakekat waktu untuk setiap kebudayaan yang berbeda; ada yang berpandangan mementingan orientasi masa lampau, ada pula yang berpandangan untuk masa kini atau masa yang akan datang.

4.      Hakekat alam manusia (MA)
Ada kebudayaan yang menganggap manusia harus mengeksploitasi alam atau memanfaatkan alam semaksimal mungkin, ada pula kebudayaan yang beranggapan manusia harus harmonis dengan alam dan manusia harus menyerah kepada alam.

5.      Hakekat hubungan manusia (MN)
Dalam hal ini ada yang mementingkan hubungan manusia dengan manusia, baik secara horizontal/sesamanya maupun secara vertikal/orientasi terhadap tokoh-tokoh. Ada pula yang berpandangan individualis/menilai tinggi kekuasaan sendiri.

G. KAITAN MANUSIA DAN KEBUDAYAAN

Dalam sosiologi manusia dan kebudayaan dinilai sebagai dwitunggal, maksudnya bahwa walaupun keduanya berbeda tetapi keduanya merupakan satu kesatuan. Manusia menciptakan kebudayaan, dan setelah kebudayaan tercipta maka kebudayaan mengatur hidup manusia agar sesuai dengannya. Tampak bahwa keduanya akhirnya merupakan satu kesatuan.

Dari sisi lain, hubungan antara manusia dan kebudayaan ini dapat dipandang setara dengan hubungan antara manusia dengan masyarakat dinyatakan sebagai dialektis, maksudnya saling terkait satu sama lain. Proses dialektis ini tercipta melalui tiga tahap yaitu :

1.      Eksternalisasi, yaitu proses dimana manusia mengekspresikan dirinya dengan membangun dunianya. Melalui eksternalisasi ini masyarakat menjadi kenyataan buatan manusia.

2.       Obyektivasi, yaitu proses dimana masyarakat menjadi realitas obyektif, yaitu suatu kenyataan yang terpisah dari manusia dan berhadapan dengan manusia. Dengan masyarakat dengan segala pranata sosialnya akan mempengaruhi bahkan membentuk perilaku manusia

3.       Internalisasi, yaitu proses dimana masyarakat disergap kembali oleh manusia. Maksudnya bahwa manusia mempelajari kembali masyarakatnya sendiri agar dia dapat hidup dengan baik, sehingga manusia menjadi kenyataan yang di bentuk oleh masyarakat .

Manusia dan kebudayaan, atau manusia dan masyarakat, oleh memiliki hubungan yang erat satu sama lain. Sehingga sulit untuk membedakannya yang mana yang lebih awal terbentuk antara manusia atau kebudayaan. Masih diperlukan kajian-kajian yang lebih khusus lagi yang mencakup ruang, dan waktu untuk lebih tetap lagi dalan memahami diantara keduanya.

Sumber : Nugroho, Wahyu; ILMU BUDAYA DASAR; Gunadarama, JAKARTA, 1994.