BAB III
ORGANISASI PROFESI DAN KODE ETIK
3.1 Kode Etik
Profesional dibidang Teknik Industri
Etik dari kata Ethos yang berarti karakter, watak, adat. Merupakan
konsep yang dimiliki individu atau kelompok untuk menilai apakah
tindakan-tindakan yang teah dikerjakan itu salah atau benar, buruk atau baik. Berikut
beberapa ahli yang menuangkan gagasannya mengenai etika yaitu.
·
Campbell (1993): the discipline which can act as the
performance standard or reference for our control system.
·
Bennet (1996):the study of the moral issues and decisions
confronting individuals and organizations involved in engineering.
Pengenalan dan pemahaman etika profesi insinyur perlu
dilakukan sedini mungkin agar dapat menghasilkan seorang insinyur yang
berkualitas. Adapun 4
Prinsip Profesi keinsinyuran menuru Abet, 1985 adalah sebagai beriut
Engineer uphold and advance the
integrity, honor and dignity of the engineering profession by
(a) Using their knowledge and skill for
the enhanchement of human welfare
(b) Being honest and impartial, and
serving with the fidelity the public, their employers and clients
(c) Striving to increase the competence
and the prestige of the engineering profession; and
(d) Supporting the professional and
technical socienties of their disciplines.
PII (Persatuan Insinyur
Indonesia) memiliki 4 prinsip-prinsip dasar yang harus dimiliki dalam profesi
keinsinyuran yaitu Catur Karsa Sapta Dharma Insinyur Indonesia. Berikut merupakan 4 point dari Catur
Karsa Sapta Dharma Insinyur Indonesia.
- Mengutamakan keluhuran budi
- Menggunakan pengetahuan dan kemampuannya untuk kepentingan kesejahteraan umat manusia
- Bekerja secara sungguh-sungguh untuk kepentingan masyarakat, sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya
- Meningkatkan kompetensi dan martabat berdasarkan keahlian profesional keinsinyuran
3.2 Perbandingan
Kode Etik Profesi di Indonesia dengan Negara Lain

Perbandingan
pada tabel merupakan tabel pembanding etika keprofesian antara indonesia dengan
beberapa negara di dunia, berikut merupakan analisis pembanding antara
persamaan dan perbedaannya.
1. Persamaan
a.
Adapun
persamaan adalah dalam hal standar, di mana semua sistem selalu mempersyaratkan
adanya standar. Baik di Jepang, Indonesia, Australia dan United Kingdom,
standar mutlak harus ada. Pelaksana pelatihan di Jepang tidak diakreditasi oleh
Javada. Demikian juga di Indonesia, BNSP tidak berwenang melakukan akreditasi
terhadap lembaga pelatihan.
b.
NSP dan Javada sama-sama tidak melakukan sertifikasi secara
langsung. BNSP menunjuk Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) untuk melakukan
sertifikasi melalui proses lisensi. Di Jepang dilakukan oleh Vada melalui
proses akreditasi atau penunjukan. Dalam hal ini sistem sertifikasi di
Indonesia dan Jepang mempunyai persamaan. Di Australia Vetasses melakukan
sertifikasi secara langsung. Di Inggris tidak ada sertifikasi tetapi memakai best
practice dari industri.
Selain itu, di Jepang, Australia dan Indonesia, tidak semua bidang keahlian disertifikasi.
2. Perbedaan
a.
Vetasses di
Australia mempunyai otoritas melakukan akreditasi kepada Lembaga Pelatihan yang
disebut sebagai RTO (Registered Training Organization). Vetasses pun dapat
melakukan sertifikasi secara langsung. Dalam melaksanakan tugasnya, Vetasses
mempunyai jejaring di tiap negara bagian.
b.
Dalam keadaan tidak ada suatu LSP, maka BNSP dapat melakukan
sertifikasi di Indonesia dengan membentuk Panitia Teknis.
c.
Javada mengelola materi uji kompetensi yang disiapkan oleh
para pakar dari beberapa
keahlian untuk dipakai Vada dalam pengujian tenaga kerja.
d.
Pemerintah Daerah di Jepang dilibatkan dalam sosialisasi uji
kompetensi, pengendalian
besaran biaya uji kompetensi dan jadual uji.
e.
Di Jepang materi uji kompetensi diberikan kepada calon asese
tiga bulan di muka.
3.3 Soal Pendalaman
Materi
1. Kata etika berasal dari kata ethos yang berarti?
a. Watak
b. Sifat
c. Perilaku
d. Pikiran
2. “the
discipline which can act as the performance standard or reference for our
control system”. Merupakan
pengertian etika menurut?
a. Campbell
b. Bennet
c. Plato
d. Sokrates
3. PII
(Persatuan Insinyur Indonesia) memiliki 4 prinsip-prinsip dasar yang harus
dimiliki dalam profesi keinsinyuran yaitu?
a. Catur
Karsa Sapta Dharma Insinyur Indonesia
b. Dwi
Karsa Sapta Dharma Insinyur Indonesia
c. Sapta
Karsa Sapta Dharma Insinyur Indonesia
d. Eka
Karsa Sapta Dharma Insinyur Indonesia
4. Materi diuji oleh Javada, Pelaksana uji materi oleh
Vada, Pengawasan diawasi oleh Javada dan Pemerintah Daerah. Merupakan sistem
sertifikasi di negara?
a. Indonesia
b. Malaysia
c. Australia
d. Jepang
5. SKKNI dibuat oleh para pemangku kepentingan,
ditetapkan oleh Menaketrans. merupakan standar kode etik yang ditetapkan di
negara?
a. India
b. Australia
c. Inggris
d. Indonesia
Sumber:
No comments:
Post a Comment