Wednesday, 27 September 2017

Organisasi Profesi dan Kode Etik



BAB III
ORGANISASI PROFESI DAN KODE ETIK


3.1  Kode Etik Profesional dibidang Teknik Industri
Etik dari kata Ethos yang berarti karakter, watak, adat. Merupakan konsep yang dimiliki individu atau kelompok untuk menilai apakah tindakan-tindakan yang teah dikerjakan itu salah atau benar, buruk atau baik. Berikut beberapa ahli yang menuangkan gagasannya mengenai etika yaitu.

·         Campbell (1993): the discipline which can act as the performance standard or reference for our control system.
·         Bennet (1996):the study of the moral issues and decisions confronting individuals and organizations involved in engineering.

Pengenalan dan pemahaman etika profesi insinyur perlu dilakukan sedini mungkin agar dapat menghasilkan seorang insinyur yang berkualitas. Adapun 4 Prinsip Profesi keinsinyuran menuru Abet, 1985 adalah sebagai beriut
Engineer uphold and advance the integrity, honor and dignity of the engineering profession by
(a) Using their knowledge and skill for the enhanchement of human welfare
(b) Being honest and impartial, and serving with the fidelity the public, their employers and clients
(c) Striving to increase the competence and the prestige of the engineering profession; and
(d) Supporting the professional and technical socienties of their disciplines.

PII (Persatuan Insinyur Indonesia) memiliki 4 prinsip-prinsip dasar yang harus dimiliki dalam profesi keinsinyuran yaitu Catur Karsa Sapta Dharma Insinyur Indonesia. Berikut merupakan 4 point dari Catur Karsa Sapta Dharma Insinyur Indonesia.
  1. Mengutamakan keluhuran budi
  2. Menggunakan pengetahuan dan kemampuannya untuk kepentingan kesejahteraan umat manusia
  3. Bekerja secara sungguh-sungguh untuk kepentingan masyarakat, sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya
  4. Meningkatkan kompetensi dan martabat berdasarkan keahlian profesional keinsinyuran

3.2  Perbandingan Kode Etik Profesi di Indonesia dengan Negara Lain
            Perbandingan pada tabel merupakan tabel pembanding etika keprofesian antara indonesia dengan beberapa negara di dunia, berikut merupakan analisis pembanding antara persamaan dan perbedaannya.

1.      Persamaan
a.       Adapun persamaan adalah dalam hal standar, di mana semua sistem selalu mempersyaratkan adanya standar. Baik di Jepang, Indonesia, Australia dan United Kingdom, standar mutlak harus ada. Pelaksana pelatihan di Jepang tidak diakreditasi oleh Javada. Demikian juga di Indonesia, BNSP tidak berwenang melakukan akreditasi terhadap lembaga pelatihan.
b.      NSP dan Javada sama-sama tidak melakukan sertifikasi secara langsung. BNSP menunjuk Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) untuk melakukan sertifikasi melalui proses lisensi. Di Jepang dilakukan oleh Vada melalui proses akreditasi atau penunjukan. Dalam hal ini sistem sertifikasi di Indonesia dan Jepang mempunyai persamaan. Di Australia Vetasses melakukan sertifikasi secara langsung. Di Inggris tidak ada sertifikasi tetapi memakai best practice dari industri. Selain itu, di Jepang, Australia dan Indonesia, tidak semua bidang keahlian disertifikasi.

2.      Perbedaan
a.       Vetasses di Australia mempunyai otoritas melakukan akreditasi kepada Lembaga Pelatihan yang disebut sebagai RTO (Registered Training Organization). Vetasses pun dapat melakukan sertifikasi secara langsung. Dalam melaksanakan tugasnya, Vetasses mempunyai jejaring di tiap negara bagian.
b.      Dalam keadaan tidak ada suatu LSP, maka BNSP dapat melakukan sertifikasi di Indonesia dengan membentuk Panitia Teknis.
c.       Javada mengelola materi uji kompetensi yang disiapkan oleh para pakar dari beberapa keahlian untuk dipakai Vada dalam pengujian tenaga kerja.
d.      Pemerintah Daerah di Jepang dilibatkan dalam sosialisasi uji kompetensi, pengendalian besaran biaya uji kompetensi dan jadual uji.
e.       Di Jepang materi uji kompetensi diberikan kepada calon asese tiga bulan di muka.

3.3  Soal Pendalaman Materi
1.      Kata etika berasal dari kata ethos yang berarti?
a.       Watak
b.      Sifat
c.       Perilaku
d.      Pikiran
2.      “the discipline which can act as the performance standard or reference for our control system”. Merupakan pengertian etika menurut?
a.       Campbell
b.      Bennet
c.       Plato
d.      Sokrates
3.      PII (Persatuan Insinyur Indonesia) memiliki 4 prinsip-prinsip dasar yang harus dimiliki dalam profesi keinsinyuran yaitu?
a.       Catur Karsa Sapta Dharma Insinyur Indonesia
b.      Dwi Karsa Sapta Dharma Insinyur Indonesia
c.       Sapta Karsa Sapta Dharma Insinyur Indonesia
d.      Eka Karsa Sapta Dharma Insinyur Indonesia
4.      Materi diuji oleh Javada, Pelaksana uji materi oleh Vada, Pengawasan diawasi oleh Javada dan Pemerintah Daerah. Merupakan sistem sertifikasi di negara?
a.       Indonesia
b.      Malaysia
c.       Australia
d.      Jepang
5.      SKKNI dibuat oleh para pemangku kepentingan, ditetapkan oleh Menaketrans. merupakan standar kode etik yang ditetapkan di negara?
a.       India
b.      Australia
c.       Inggris
d.      Indonesia


Sumber:

No comments:

Post a Comment