Sunday, 4 October 2015

Penduduk, Masyarakat, dan Kebudayaan



BAB I
PENDAHULUAN

Pertumbuhan penduduk yang sangat cepat mengakibatkan pertumbuhan aspek-aspek kehidupan baik aspek politik, sosial, kebudayaan, ekonomi dll. Perkembangan tersebut membuat matapencaharian manusia menjadi semakin komlpeks.
Seiring dengan munculnya aspek-aspek tersebut membuat manusia mengembangkan pola pikir untuk maju dalam memenuhi aspek-aspek kehidupan yang ada. Perkembangan pola pikir tersebut telah terlihat dari adanya kebudayaan yang telah berubah dan berkembang sampai sekarang.
Materi kali ini akan dibahas mengenai pertumbuhan penduduk, perkembangan kebudayaan dan timbulnya pranata-pranata sebagai akibat perkembangan kebudayaan.

BAB II
Penduduk, Masyarakat, dan Kebudayaan

2.1       Pertumbuhan Penduduk
            Pertumbuhan penduduk merupakan salah satu faktor yang penting dalam masalah sosial ekonomi dan tentunya masalah kependudukan, karena tidak hanya berpengaruh pada komposisi dan jumlah penduduk juga akan berpengaruh terhadap kondisi sosial ekonomi suatu daerah, negara, bahkan dunia.
            Pertambahan penduduk haruslah diimbangi dengan penambahan fasilitas yang menunjang agar tidak menimbulkan permasalahan-permasalahan seperti pengangguran, kriminalitas, melek huruf dll.
            Berdasarkan pendataan dari tahun 1830-2006 yang dilakukan oleh Iskandar N Does Sampurno pertumbuhan penduduk di Indonesia terus bertambah dari 1 milyard menjadi 7 milyard. Data tersebut menandakan cepatnya pertumbuhan penduduk di Indonesia.
            Penduduk dunia pun semakin lama juga semakin bertambah ditandai dengan pendataan yang dilakukan oleh Ehrlich. Paul, R, et al Human Ecology W.H. Freeman and Co San Francisco menggunakan tabel penggandaan penduduk yang dapat dilihat dibawah ini.
Tabel Penggandaan Penduduk
            Waktu dari penggandaan penduduk selanjutnya diperkirakan sekitar 35 tahun lamanya. Penambahan penduduk suatu daerah pada dasarnya disebabkan oleh tiga faktor yaitu:
1.      Kematian
Terdapat dua tingkat kematian yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk suatu negara.
a.       Tingkat Kematian Kasar
Tingkat kematian ini merupakan banyaknya orang yang meninggal pada suatu tahun perjumlah penduduk pertengahan tahun tersebut.
b.      Tingkat Kematian Khusus
Tingat kematian ini merupakan tingkat kematian menurut umur, yaitu menyatakan banyaknya kematian pada kelompok umur tertentu dengan 1000 penduduk pada kelompok umur yang sama
2.      Kelahiran
Kelahiran atau fertilitas merupakan jumlah kelahiran hidup dari seorang atau sekelompok wanita. Pengukuran fertilitas didasarkan atas jumlah kelahiran hidup pada kelompok penduduk pada periode tertentu. Pengukuran fertilitas tidak sesederhana dalam pengukuran mortalitas, hal ini disebabkan adanya alasan sebagai berikut:
·         Sulit memperoleh angka statistik lahir hidup karena banyak bayi-bayi yang meninggal beberapa saat setelah kelahiran.
·         Wanita mempunyai kemungkinan melahirkan dari seorang anak.
·         Makin tua umur wanita tidaklah berarti, bahwa kemungkinan mempunyai anak makin menurun.
·         Didalam pengukuran fertilitas akan melibatkan satu orang saja.
·         Ada dua istilah asing yang kedua-duanya diterjemahkan sebagai kesuburan:
·         Facundity (kesuburan) adalah sebagai kemampuan biologis wanita untuk mempunyai anak
·         Fertility adalah jumlah kelahiran hidup dari seseorang wanita.
3.      Migrasi
Aspek dinamis kehidupan kelompok dalam ruang ialah gerakan penduduk yang dinamai migrasi. Migrasi merupakan akibat dari faktor ligkungan alam yang kurang menguntungkan. Sebagai akibat dan keadaan alam yang kurang menguntungkan menimbulkan terbatasnya sumber daya yang mendukung penduduk di daerah tersebut. Seorang imigran sebelum menentukan tujuan dari migrasinya harus merujuk pada beberapa faktor agar terhindar dari akibat negative seperti persediaan sumber alam, lingkungan sosial budaya, potensi ekonomi, alat masa depan.

2.1       Kebudayaan Barat
Unsur kebudayaan barat masuk ke Indonesia melalui penjajahan  pemerintahan Kolonial Belanda yang pada awalnya membentuk kongsi dagan VOC di Indonesia. Bangsa colonial menyebar luaskan ajarannya di pusat-pusat pemerintahannya dalam penyebarannya terbagi menjadi dua kelompok sosial yaitu lapisan sosial kaum buruh dan kaum pegawai. Pengaruh kebudayaan barat di Indonesia adalah dengan masuknya ajaran agama Kristen katolik dan protestan yang disebarkan oleh kelompok-kelompok penyebar agama eropa. Umumnya penyebarannya di pulau-pulau yang masyarakatnya belum banyak menganut agama islam seperti Jayapura, Maluku, Nusa Tenggara Timur, serta pedalaman Kalimantan. Kebudayaan barat perlahan-lahan tumbuh dan berkembang dengan munculnya sekolah-sekolah belanda di Indonesia. Sekolah-sekoah tersebut diperuntukkan bagi masyarakat yang ingin menaikkan status sosialnya.
            Kebudayaan barat haruslah disikapi dengan sehat, dalam artian kita tidak boleh mengikutinya begitu saja dan meninggalkan budaya Indonesia. Budaya Indonesia dibangun berdasarkan Pancasila yang mempunyai falsafah Bhineka Tunggal Ika dalam artian Indonesia terdiri dari berbagai macam suku bangsa, ras, srta kebudayaan. Dalam kesempatan ilmiah di Palu, Sulawesi Tengah, pada tanggal 24 desember 1984, Prof. Dr.A. Mattulada menilai kebudayaan Indonesia kontemporer yang tumbuh asli dari kebudayaan Nusantara , Hindu, Islam, dan kebudayaan modern (Eropa-Amerika) yang berbeda konfigurasinya.

2.3       Kebudayaan dan Kepribadian
            Kebudayaan suatu bangsa merupakan cermin dari kepribadian bangsa yang bersangkutan. Sisi yang berpengaruh yang mencerminkan keadaan tersebut adalah dengan melihat dari pemilik kebudayaan itu sendiri. Manakala pemilik kebudayaan menganggap bahwa segala sesuatu yang sudah terangkum dan terlebur tersebut merupakan hal yang logis, serasi, dan selaras dengan kodratnya. Setiap unsur masyarakat mempunyai kaidah-kaidah atau aturan-aturan yang telah disepakati dan dijalankan untuk memberikan batasan dalam perilaku masyarakatnya.
            Sifat-sifat kepribadian yang berakar dari adat istiadat dan ajaran agama pada suatu masyarakat dapat diberlakukan sebagai hukum adat serta kepribadian suatu bangsa juga tercermin pada penampilan sikap kehidupan sehari-hari. Ciri khas kepribadian bangsa Indonesia adalah ramah tamah, suka menolong, dan terkenal akan sifat kegotongroyongannya.
BAB III
Analisis


           Pertumbuhan penduduk sangatlah berpengaruh dalam kehidupan suatu wilayah pada suatu negara. Penduduk merupakan salah satu komponen penting sebuah negara dalam menajalankan sebuah negara khususnya pada bidang ekonomi, sosial, dan kependudukan. Dalam sebuah negara pendataan jumlah jiwa perlu dilakukan untuk mengendalikan peristiwa-peristiwa yang tidak diinginkan seperti pengangguran, premanisme, vandalisme, dan ignorisme dan banyak lagi akibatnya. Pengendalian penduduk dapat dilakukan dengan mendata setiap kelahiran, kematian, perpindahan penduduk(migrasi) dengan menggunakan tabel dan rumus-rumus yang telah ada.
          Kebudayaan barat merupakan kebudayaan yang berasal dari negara-negara eropa dan amerika. Budaya barat masuk sebagai budaya sub-kultur yang membaur bersama kebudayaan Indonesia yang lainnya. Kebudayaan barat saat ini telah berembang dengan pesat di Indonesia tidak hanya denga pengikut agama Kristen baik protestan, dan katolik yang bertambah namun meliputi bahasa, gaya hidup, dan kebudayaan. Disamping mempertambah dan memperelok kebudayaan yang ada di Indonesia budaya barat juga dapat merusak dan secara perlahan menghilangkan budaya lokal, dikarenakan kelakuan sebagian kelompok masyarakat yang mendewakan kebudayaan barat tanpa melihat kebudayaan Indonesia hal tersebut dapat dibuktikan dengan sedikitnya pemusik tradisional disbanding band yang kebarat-baratan. Sikap tersebut harusah dibuang jauh-jauh, Sikap yang harus diambil adalah dengan menyaring budaya barat tersebut dalam artian kita boleh mengikuti tren barat namun tidak melupakan budaya sendiri.
     Kebudayaan Indonesia mempunyai ciri khas sendiri dengan adat ketimurannya yang penuh dengan ramah tamah, gotong royong, dan penuh toleransi akan kebudayaan asing. Kebudayaan di Indonesia telah terbentuk dari zaman masuknya ajaran hindu, budha, islam, dan Kristen dapa dilihat sikap bangsa Indonesia yang penuh toleransi tersebut dengan berdirinya bangunan-bangunan dara agama yang berbeda tersebut seperti gereja, candi-candi, msasjid-masjid yang berdiri tegak berdampingan tanpa adanya kerusuhan.


Sumber : http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/mkdu_isd/bab2-penduduk_masayarakat_dan_kebudayaan.pdf

           

No comments:

Post a Comment