Sunday, 4 October 2015

Individu, Keluarga, dan Masyarakat



BAB I
PENDAHULUAN


1.1       Pendahuluan
Individu merupakan pemeran inti terkecil dari sebuah kelompok di masyarakat dalam kehidupan sosial. Individu pertama kali melakukan interaksi sosial di dalam sebuah keluarga. Keluarga merupakan tempat berlindung dan bernaung seorang individu serta pembentuk sifat dan karakter seorang individu. Keluarga juga merupakan kelompok terkecil yang terdiri hanya beberapa individu saja seperti ayah, ibu, dan anak. Manusia pada dasarnya memiliki sifat keterbutuhan antara satu sama lain sehingga terbentuklah suatu masyarakat yang terdiri atas banyak individu. Untuk lebih memahami secara dekat pada penulisan kali ini akan lebih dijelaskan mengenai permasalahan, pengertian serta kejadian apa saja ada di dalam kehidupan bermasyarakat individu, keluarga, dan masyarakat.


BAB II
Individu, Keluarga, dan Masyarakat


2.1       Pertumbuhan Individu
            Pertumbuhan merupakan perubahan yang menuju pada kearah yang lebih maju atau dewasa. Teori mengenai pertumbuhan telah banyak di jadikan studi dan menghasilkan beberapa teori seperti teori asosiasi, teori psikologi gestalt, serta kemudian kita mengenal dengan adanya konsep aliran sosiologi yang merumuskan pertumbuhan merupakan sebuah proses dari sifat-sifat asocial yang kemudian tahap demi tahap diasosialisasikan.
            Pertumbuhan seorang individu mempunyai faktor-faktor yang secara garis besar dirumuskan menjadi tiga bagian yaitu:
1.      Pendirian Nativistik
Pendirian nativistik menyatakan bahwa pertumbuhan seorang individu ditentukan oleh faktor-faktor pembawaan sejak lahir.
2.      Pendirian Empiristik dan Environmentalistik
Pendirian ini menyaakan bahwa pertumbuhan seorang individu ditentukan oleh faktor lingkungan sedang dasar tidak berpengaruh sama sekali.
3.      Pendirian Konvergensi dan Interaksionisme
Konsepsi konvergensi merupakan konsep internaksionisme yang berpandangan dinamis yang menyatakan bahwa interaksi antara dasar dan lingkungan dapat menentukan pertumbuhan individu.

Dalam pertumbuhan seorang individu terdapat beberapa tahap yang harus dilalui untuk mencapai pendewasaan sosial yaitu :
1.      Masa vital, yaitu dari usia 0 - 2 tahun.
2.      Masa estetik, yaitu dari usia 2 – 7 tahun.
3.      Masa intelektual, yaitu dari usia 7 – 14 tahun.
4.      Masa sosial, yaitu dari usia 14 – 21 tahun.

2.2       Fungsi Keluarga
            Keluarga merupakan kelompok terkecil dari masyarakat yang mempunyai peran penting dalam kehidupan sosial bermasyarakat. Keluarga pada umumnya merupakan tempat pembentukan sifat dasar seorang individu yang saling bertukar pikiran dan saling mengontrol dalam kehidupan sosial. Keluarga sebagai tempat pertama yang dikenal individu mempunyai pengaruh secara langsung terhadap perkembangan individu baik sebelum maupun sesudah terjun langsung secara individual di dalam masyarakat.
Fungsi keluarga adalah suatu pekerjaan atau tugas-tugas yang harus dilaksanakan di dalam atau oleh keluarga itu. Pekerjaan-pekerjaan yang harus dilakukan oleh keluarga dapat digolongkan dalam beberapa fungsi yaitu fungsi biologis, pemeliharaan, ekonomi, keagamaan, dan sosial.

2.3       Individu, Keluarga, dan Masyarakat

1.      Pengertian Individu
Individu berasal dari kata latin individuum yang artinya tak terbagi. Kata individu merupakan sebutan yang digunakan untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Menurut Dr.A Lysen kata individu bukan berarti manusia secara keseluruhan melainkan sebagai kesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusia perseorangan.
2.      Pengertian Keluarga
Terdapat beberapa pandangan para tokoh mengenai pengertian dari keluarga. Adapun pandangan yang pertama diungkapkan oleh Sigmund Freud yang menyatakan keluarga terbentuk dari perkawinan antara pria dan wanita. Freud menyatakan bahwa keluarga terbentuk atas adanya dorongan dari seksualitas antara suami dan istri.
Durkheim menyatakan bahwa keluarga adalah lembaga sosial sebagai hasil dari faktor-faktor politik, ekonomi, dan lingkungan. Ki hajar Dewantara menyatakan Keluarga merupakan kumpulan dari beberapa orang yang terikat oleh satu turunan mengerti, dan merasa berdiri sebagai satu gabungan yang hakiki, esensial, enak dan berkehendak bersama-sama memperteguh gabungan itu untuk memuliakan masing-masing anggotanya.
3.      Pengertian Masyarkat
Masyarakat adalah suatu kelompok manusia yang telah memiliki tatanan kehidupan, norma-norma, adat istiadat yang sama-sama diataati dalam lingkungannya.

2.4              Hubungan Antara Individu, Keluarga, dan Masyarakat
Dalam kesehariannya antara individu, keluarga, dan masyarakat sangatlah saling berterkaitan antara satu dengan yang lain. Untuk mengetahui keterikatannya kita perlu menjabarkan makna per makna sehinngga dapat terlihat dengan jelas hubungan diantaranya.
1.      Makna Individu
Manusia merupakan mahluk individu, yang berarti mahluk yang tidak dapat dibagi-bagi atau dipisah-pisah antara jiwa dan raganya. Tiap orang merupakan pribadi yang khas menurut corak kepribadiannya termasuk kecakapan-kecakapan dan kelemahannya. Seorang individu yang mandiri haruslah melalui sebuah proses dengan mengawalinya pada sebuah keluarga. Kharakter yang khas yang diberikan keluarga akan menghasilkan sebuah sentuhan interaksi etika, estetika, dan moral agama. Sejak manusia dilahirkan ia membutuhkan proses pegaulan dengan orang-orang untuk memenuhi kebutuhan batiniah dan lahiriah yang membentuk dirinya.
2.      Makna Keluarga
Keluarga merupakan kelompok primer yang paling penting di dalam masyarakat. Keluarga merupakan satu kesatuan sosial yang mempunyai sifat-sifat tertentu yang sama dimana saja dalam satuan masyarakat manusia. Terdapat sifat terpenting dalam keluarga yaitu hubungan suami istri, bentuk perkawinan dimana suami dan istri diadakan dan dipelihara, susunan nama-nama dan istilah-istilah termasuk cara menghitung keturunan, milik atau harga benda keluarga, dan pada umumnya keluarga merupakan tempat atau rumah bersama.
3.      Makna Masyarakat
R Linton mengemukakan bahwa masyarakat merupakan sekelompok manusia yang telah lama hidup dan bekerjasama, sehingga mereka dapat mengorganisasikan dirinya dan berfikir tentang dirinya sebagai satu kesatuan sosial dengan batas-batas tertentu. Kelompok manusia yang dimaksud mengalami proses fundamental seperti adaptasi dan organisasi dari tingkah laku para anggota, dan timbul perasaan berkelompok secara lambat laun atau le sprit de corps.
Masyarakat dibentuk dari individu-individu yang berdab dalam keadaan sadar. Membentuk satu kesatuan dapat disebut individu sebagai anggota masyarakat. Perbedaan antara individu perseorangan terletak pada kesendirian individu sedangkan individu sosial membentuk suatu kelompok masyarakat.
2.5       Urbanisasi
Urbanisasi merupakan proses perpindahan masyarakat dari desa ke kota atau urbanisasi bisa disebut juga proses terjadinya masyarakat perkotaan. Cepat lambatnya urbanisasi dipengarungi oleh dua aspek yaitu:
1.      Perubahan masyarakat desa menjadi masyarakat kota.
2.      Bertambahnya penduduk kota yang disebabkan mengalirnya penduduk dari desa-desa.
Sehubungan dengan beberapa aspek diatas ada beberapa faktor juga yang mempengarungi terjadinya proses urbanisasi yang secara umum yaitu:
1.      Daerah yang dimaksud menjadi pusat pemerintahan atau ibukota.
2.      Tempat tersebut letaknya sangat strategis untuk usaha perniagaan
3.      Timbulnya daerah industri di daerah itu yang memproduksi barang ataupun jasa.


BAB III
Analisis


3.1              Analisis
Pertumbuhan individu merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan untuk menjadi seorang individu yang berguna nantinya di lingkungan masyarakat. Individu dalam menuju menjadi mahluk sosial harus melewati beberapa tahapan-tahapan untuk menjadi individu yang siap di masa dewasa. Peran keluarga sangatlah penting bagi individu sebelum terjuan secara langsung ke lingkungan bermasayarakat. Keluarga merupakan kelompok terkecil  dari individu yang merupakan tempat pembentukan watak seorang anak dari individu lain ayah sebagai kepala keluarga, dan ibu sebagai individu pengurus rumahtangga.
Individu, keluarga, dan masyarakat merupakan suatu komponen sosial yang tidak dapat dipisahkan. Kehidupan sosial erat kaitannya dengan seorang individu-individu yang mempunyai peranan-peranan penting di dalam bermasyarakat. Keluarga sebagai tempat pertama individu juga berperan penting dalam mengantarkan individu menjadi tokoh atau pemain dalam kehidupan yang lebih luas yaitu masyarakat. Aturan yang ada di dalam setiap keluarga akan disatukan dalam suatu masyarakat dan membentuk sebuah ada bersama sehingga inilah yang bisa dikatakan adanya hubungan antara individu, keluarga, dan masyarakat.
Urbanisasi merupakan proses alam yang terjadi dikarenakan manusia ingin memperoleh kehidupan baru yang lebih moderat. Urbanisasi sering terjadi di negara berkembang seperti Indonesia. Faktor yang paling mempengaruhi adalah ekonomi dan pekerjaan yang lebih enak dibandingkan di desa. Urbanisasi di Indonesia lebih dikarenakan oleh pembangunan yang tidak seimbang oleh pemerintah. Pemerintah selama ini membangun sistem pemerintahan dengan sentralisasi di ibukota pemerintahan republik, hal tersebut nampak sekali ketika kita mengunjungi Jakarta setelah itu mengunjungi daerah di Sumatera. Terlihat sekali ketimpangan yang sangat jauh dari berbagai segi seperti infrastruktur, industri, mode transportasi dll, sehingga banyak sekali masyarakat desa ingin berpindah ke kota dikarenakan banyaknya kekurangan yang ada di desanya tetapi dikarenakan produksi pertanian akan sangat rendah apabila terlalu banyak penduduk desa yang dinotabenkan sebagai penghasil pangan sedikit demi sedikit berpindah ke kota. Dibalik gejala umum pada negara ekonomi berkembang seperti Indonesia, over-population merupakan tantangan tersendiri bagi pemerintah untuk mensejahterakan masyarakatnya.


Sumber:http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/mkdu_isd/bab3-individu_keluarga_dan_masyarakat.pdf

No comments:

Post a Comment