Saturday, 9 May 2015

Ketahanan Nasional III



Pengaruh Ketahanan Nasional pada Kehidupan Berbangsa, dan Bernegara


1.      Pengaruh Aspek Ketahanan Nasional Terhadap Kehidupan Berbangsa dan Bernegara
Ketahanan suatu negara merupakan harga mati bagi NKRI, pemerintah sebagai penyelenggara negara tentunya tidak semerta-merta mengabaikan ketahanan, dan kemananan wilayah Republik Indonesia yang sangat luas ini. Ketahanan nasional suatu bangsa merupakan tantangan tersendiri di setiap zamannya, di dalam tantangan atas ketahanan nasional tersebut terdapat aspek-aspek yang berdampingan seiring dengan berkembangnya ketahanan suatu bangsa yaitu diantaranya.
a.       Aspek Statis
Merupakan aspek yang erat kaitannya dengan kondisi geografi, kependudukan, dan sumber daya alam yang sifatnya statis suatu negara.
b.      Aspek Dinamis.
Merupakan aspek yang erat kaitannya dengan ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan kemananan.

2.      Perkembangan Geostrategi Indonesia
Pada awalnya pengembangan awal geostrategi Indonesia digagas  Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (SESKOAD) Bandung tahun 1962. Isi konsep geostrategi Indonesia yang tenimus adalah pentingnya pengkajian terhadap perkembangan lingkungan strategi di kawasan Indonesia yang ditandai dengan meluasnya pengaruh Komunis. Geostrategi Indonesia pada waktu itu dimaknai sebagai strategi untuk mengembangkan dan membangun kemampuan teritorial dan kemampuan gerilya untuk menghadapi ancaman komunis di Indocina.
Pada tahun  1965-an  lembaga  ketahanan  nasional  mengembangkan  konsep geostrategi Indonesia yang lebih maju dengan rumusan sebagai berikut: Bahwa geostrategi  Indonesia   harus   berupa  sebuah   konsep   strategi   untuk mengembangkan keuletan dan daya tahan, juga untuk mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan menangkal ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan, baik bersifat internal maupun ekstemal. Gagasan ini agak lebih progresif, tapi tetap terlihat konsep geostrategi Indonesia baru sekadar membangun kemampuan nasional sebagai faktor kekuatan penangkal bahaya.
 Sejak tahun  1972 Lembaga Ketahanan Nasional terus melakukan pengkajian tentang geostrategi Indonesia yang lebih sesuai dengan konstelasi Indonesia. Pada era itu konsepsi geostrategi Indonesia dibatasi sebagai metode untuk mengembangkan potensi ketahanan nasional dengan pendekatan keamanan dan kesejahteraan untuk menjaga identitas kelangsungan serta integritas nasional sehingga tujuan nasional dapat tercapai.
Terhitung mulai tahun 1974 geostrategi Indonesia ditegaskan wujudnya dalam bentuk rumusan ketahanan nasional sebagai kondisi, metode, dan doktrin dalam pembangunan nasional. Pengembangan konsep geostrategi Indonesia bahkan juga dikembangkan oleh negara-negara yang lain dengan bertujuan :
a.  Menyusun  dan  mengembangkan potensi  kekuatan  nasional,  baik  yang berbasis pada aspek ideologi, politik, sosial budaya, dan hankam, maupun aspek-aspek  alamiah.  Hal  ini  untuk  upaya  kelestarian  dan  eksistensi  hidup negara dan bangsa dalam mewujudkan cita-cita proklamasi dan tujuan nasional.
b.    Menunjang tugas pokok pemerintahan Indonesia dalam:
1 )   menegakkan hukum dan ketertiban (law and order),
2)    terwujudnya kesejahteraan dan kemakmuran (welfare and prosperity),
3)    terselenggaranya pertahanan dan keamanan (defense and prosperity),
4)    terwujudnya keadilan hukum dan keadilan sosial (yuridical justice and social justice), serta
5)    tersedianya kesempatan rakyat untuk mengaktualisasikan din (freedom of the people).


Geostrategi Indonesia sebagai pelaksanaan geopolitik Indonesia memiliki dua sifat pokok sebagai benkut.
a.         Bersifat  daya  tangkal.  Dalam  kedudukannya  sebagai  konsepsi  penangkalan, geostrategi Indonesia ditujukan menangkal segala bentuk ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan terhadap identitas, integritas, serta eksistensi bangsa dan negara Indonesia.
b.         Bersifat  developmental/pengembangan,  yaitu  pengembangan  potensi  kekuatan bangsa dalam ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan hankarn sehingga tercapai kesejahteraan rakyat.

3.      Keberhasilan Katahanan Nasional Indonesia
Kondisi kehidupan nasional merupakan pencerminan ketahanan nasional yang mencakup aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan, sehingga ketahanan nasional adalah kondisi yang harus dimiliki dalam semua aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dalam wadah NKRI yang dilandasi  oleh landasan idiil Pancasila, landasan konstitusional UUD 1945, dan landasan visional Wawasan Nasional. Utnuk mewujudkan keberhasilan ketahanan nasional diperlukan kesadaran setiap warga negara Indonesia, yaitu :
a.       Memiliki semangat perjuangan bangsa dalam bentuk perjuangan non fisik yang berupa keuletan dan ketangguhan yang tidak mengenal menyerah yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam rangka menghadapi segala ancaman, gangguan, tantangan dan hambatan baik yang datang dari luar maupun dari dalam, untuk menjamin identitas, integritas, kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan mencapai tujuan nasional.
b.      Sadar dan peduli terhadap pengaruh-pengaruh yang timbul pada aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan, sehingga setiap warga negara Indonesia baik secara individu maupun kelompok dapat mengeliminir pengaruh tersebut, karena bangsa Indonesia cinta damai  akan tetapi lebih cinta kemerdekaan. Hal itu tercermin akan adanya kesadaran bela negara dan cinta tanah air.
Apabila setiap warga negara  Indonesia memiliki semangat perjuangan bangsa dan sadar  serta peduli terhadap pengaruh yang timbul dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara serta dapat mengeliminir pengaruh-pengaruh tersebut, maka akan tercermin keberhasilan ketahanan nasional Indonesia. Untuk mewujudkan ketahanan nasional diperlukan suatu kebijakan umum dari pengambil kebijakan yang disebut Politik dan Strategi Nasional (Polstranas).

Sumber :
Ichlasul Amal, Armaidy Armawi (ed). 1998. Regionalisme.Nasionalisme dan Ketahanan Nasional. Gadjah Mada University Press: Yogyakarta.
Muchyi, H.Achmad, Dkk, 2007. Pendidikan Kewarganegaraan. Universitas Gunadarma:Jakarta.


No comments:

Post a Comment