Implementasi Wawasan Nusantara
1.
Implementasi
Wawasan Nusantara
Dalam melaksanakan tujuan dari wawasan nusantara dalam
kelanjutannya di perlukan sebuah penerapan-penerapan atau implementasi dari
wawasan Nusantara itu sendiri. Penerapan wawasan Nusantara harus tercermin pada pola pikir,
pola sikap dan pola tindak yang senantiasa mendahulukan kepentingan negara.
a. Implementasi dalam kehidupan politik
Implementasi ini yaitu bertujuan untuk mewujudkan penyelenggaraan Negara yang sehat , mewujudkan
pemerintahan yang kuat, aspiratif, serta dapat dipercaya.
b. Implementasi dalam kehidupan Ekonomi
Implementasi dalam kehidupan ekonomi adalah sebuah
implementasi yang berorientasi
pada sektor pemerintahan, pertanian, dan perindustrian. Dalam sudut
pandang lain pembangunan
ekonomi harus melibatkan partisipasi rakyat, seperti dengan memberikan fasilitas-fasilitas
dalam membangun ekonomi mikro seperti ukm, dan umkm serta tidak melupakan para
petani sebagai lumbung dalam pakan nasional.
c. Implementasi dalam kehidupan Sosial
Budaya
Implementasi ini adalah terkonsentrasi dalam mengembangkan kehidupan bangsa yang serasi antara
masyarakat yang berbeda, dari segibudaya,status sosial maupun daerah. Pengembangan
budaya Indonesia, untuk melestarikan kekayaan Indonesia, serta dapat dijadikan
kegiatan pariwisata yang memberikan sumber pendapatan nasional maupun daerah.
d. Implementasi dalam kehidupan
Pertahanan Keamanan.
Implementasi dalam kehidupan pertahanan
dan keamanan adalah menciptakan suatu keadaan negara dengan sistem pertahanan
yang kuat melalui alat pengaman negara. Alat pengaman negara yang dimaksud
disini adalah TNI, dan POLRI. Peningkatan profesionalisme TNI, dan POLRI
sebagai pintu terakhir pengaman negara sangat diperlukan dalam mewujudkan suatu
wawasan nusantara. Profesionalisme yang dimaksud adalah TNI sebagai pengaman
pertahanan, dan kemanan dari ancaman luar negeri , dan POLRI sebagai pengaman
pertahanan, dan kemananan dari dalam negeri. Sehingga rakyat merasa aman dalam
menjalankan kegiatan sehari-hari.
2. Tantangan Dalam Implementasi Wawasan
Nusantara
Dalam perjalanan suatu bangsa tidak
lepas dari suatu hadangan, dan tantangan yang menghinggapinya. Tantangan dalam
implementasi tersebut antara lain adalah.
1.
Pemberdayaan Masyarakat
Pemberdayaan masyarakat-dalam arti
memberikan peran alam bentuk aktivitas dan partisipasi masyarakat untuk
mencapai tujuan nasional-hanya dapat dilakanakan oleh negara-negara yang sudah
maju yang menjalankan Buttom up Planning Sedangkan negara-negara berkembang,
seperti Negara Kesatuan Republik Indonesia, masih melaksanakan program Top Down
Planning karena keterbatasan kualitas SDM. Karena itu, NKRI memerlukan landasan
operasional berupa GBHN (garis-garis Haluan Negara).
2.
Kesadaran Warga Negara
a.
Pandangan atas Hak dan Kewajiban
Hak saling berkaitan dengan kewajiban. Sebagai bagian dari suatu bangsa, rakyat
indonesia baik
sebagai warga negara maupun sebagai warga masyarakat, mempunyai kedudukan, hak,
dan kewajiban yang sama. Hak dan kewajiban dapat di bedakan namun tidak dapat
di pisahkan karena merupakan satu kesatuan, keduanya
harus dilaksanakan agar kehidupan berbangsa, dan bernegara berjalan selaras,
dan serasi.
b.
Kesadaran Bela Negara
Bela negara merupakan hal yang diwajibkan bagi seluruh
warga negara indonesia. Bela negara dalam masa kemerdekaan ditunjukkan dengan
cara berperang melawan penjajah. Bela negara di era sekarang ini tidaklah
berperang. Bela negara saat ini bisa dituangkan dalam Iptek, menjaga persatuan,
dan kesatuan, serta mempertahankan budi yang luhur dari para pendiri bangsa
yang telah meletakkan pondasi Pancasila sebagai dasar pemikiran fundamental
bangsa indonesia.
No comments:
Post a Comment