PENDAHULUAN
Penduduk
suatu negara dapat dikategorikan atas penduduk desa dan penduduk perkotaan. Pada
dasarnya penduduk kota adalah penduduk desa yang sudah maju dalam kehidupannya.
Baik penduduk desa dan kota mempunyai tatanan sosial di dalam kehidupan sehari-harinya. Penduduk
desa merupakan penduduk yang masih kuat rasa gotong royongnya dan lebih
mementingkan kepentingan bersama. Hal tersebut sanagat berbeda dengan penduduk
kota yang rata-rata lebih individualis dikarenakan hanya mengejar kepentingan
pribadi. Terlepas dari semua itu baik penduduk kota ataupun desa mempunyai sisi
buruk dan sisi baik dalam kehidupan sosial bermasyarakatnya untuk lebih
jelasnya akan dipaparkan di dalam penulisan ini.
BAB
VII
Masyarakat
Pedesaan & Masyarakat Perkotaan
7.1 Masyarakat Perkotaan
Secara
umum dapat dikatakan mempunyani ciri-ciri mendasar yang sama. Pengertian kota
dapat dikenakan pada daerah atau lingkungan komunitas tertentu dengan tingkatan
dalam struktur pemerintahan.
Terdapat
beberapa pendapat dari parah ahli mengenai masyarakat perkotaan ini,
diantaranya adalah sebagai berikut:
·
Wirth
Kota adalah suatu pemilihan yang cukup besar, padat dan permanen, dihuni oleh orang-orang yang heterogen kedudukan sosialnya.
Kota adalah suatu pemilihan yang cukup besar, padat dan permanen, dihuni oleh orang-orang yang heterogen kedudukan sosialnya.
·
Max
Weber
Kota menurutnya, apabila penghuni setempatnya dapat memenuhi
sebagian besar kebutuhan ekonominya dipasar lokal.
·
Dwigth
Sanderson
Kota ialah tempat yang berpenduduk sepuluh ribu orang atau
lebih.
7.2 Hubungan
Desa dan Kota
Masyarakat pedesaan dan perkotaan
bukanlah dua komunitas yang terpisah sama sekali satu sama lain. Bahkan dalam
keadaan yang wajar diantara keduanya terdapat hubungan yang erat. Bersifat
ketergantungan, karena diantara mereka saling membutuhkan. Hubungan kota-desa
cenderung terjadi secara alami yaitu yang kuat akan menang, karena itu dalam
hubungan desa-kota, makin besar suatu kota makin berpengaruh dan makin
menentukan kehidupan perdesaan.
Salah satu bentuk hubungan antara kota dan desa adalah :
·
Urbanisasi
dan Urbanisme
Dengan
adanya hubungan Masyarakat Desa dan Kota yang saling ketergantungan dan saling
membutuhkan tersebut maka timbulah masalah baru yakni ; Urbanisasi yaitu suatu
proses berpindahnya penduduk dari desa ke kota atau dapat pula dikatakan bahwa
urbanisasi merupakan proses terjadinya masyarakat perkotaan. (soekanto,1969:123
).
Sebab-sebab
Urbanisasi
·
Faktor-faktor
yang mendorong penduduk desa untuk meninggalkan daerah kediamannya (Push
factors)
·
Faktor-faktor
yang ada dikota yang menarik penduduk desa untuk pindah dan menetap dikota
(pull factors)
Terdapat
pula faktor lainnya yaitu :
·
Bertambahnya
penduduk sehingga tidak seimbang dengan persediaan lahan pertanian,
·
Terdesaknya
kerajinan rumah di desa oleh produk industri modern.
·
Penduduk
desa, terutama kaum muda, merasa tertekan oleh oleh adat istiadat yang ketat
sehingga mengakibatkan suatu cara hidup yang monoton.
·
Didesa
tidak banyak kesempatan untuk menambah ilmu pengetahuan.
·
Kegagalan
panen yang disebabkan oleh berbagai hal, seperti banjir, serangan hama, kemarau
panjang. Sehingga memaksa penduduk desa untuk mencari penghidupan lain dikota.
Hal
– hal yang termasuk pull factor antara lain :
·
Penduduk
desa kebanyakan beranggapan bahwa dikota banyak pekerjaan dan lebih mudah untuk
mendapatkan penghasilan
·
Dikota
lebih banyak kesempatan untuk mengembangkan usaha kerajinan rumah menjadi
industri kerajinan.
·
Pendidikan
terutama pendidikan lanjutan, lebih banyak dikota dan lebih mudah didapat.
·
Kota
dianggap mempunyai tingkat kebudayaan yang lebih tinggi dan merupakan tempat
pergaulan dengan segala macam kultur manusianya.
·
Kota
memberi kesempatan untuk menghindarkan diri dari kontrol sosial yang ketat atau
untuk mengangkat diri dari posisi sosial yang rendah ( Soekanti, 1969 : 124-125
).
7.3 Aspek
Positif dan Negatif
Berikut aspek positif dari perkotaan:
·
Perkotaan
dapat memberikan pekerjaan bagi tenaga kerja kasar dari desa yg bekerja di
proyek pembangunan gedung dikota.
·
Perkotaan
dapat memenuhi kebutuhan penduduk dengan fasilitas seperti wahana rekreasi,
mall, dan hiburan lainnya.
·
Tersedianya
pembangkit tenaga listrik buat penerangn dan kebutuhan lainya.
·
Fasilitas
pendidikan dan perguruan tinggi yang bagus-bagus dan sudah terakreditasi.
·
Tersedia
lapangan kerja.
·
Perkotaan
juga devisa buat negara.
Aspek negatif dari perkotaan:
·
Terjadinya
transmigrasi besar-besaran oleh orang desa ke kota yg menyebabkan kepadatan
penduduk.
·
Sehingga
adanya pembangunan liar rumah-rumah dan pengangguran karena sedikitnya orang
desar yg diterima bekerja.
·
Tingkat
kriminalitas tinggi karena banyaknya pengangguran dan mereka terpaksa untuk
melakukan kejahatan untuk memenuhi kebutuhan.
·
Pembangunan
dipedesaan menjadi terlambat karena orang-orang desa pada kekota untuk mencari
pekerjaan.
7.4 Masyarakat
Pedesaan
Secara umum masyarakat desa sering
diartikan sebagai masyarakat tradisional dari masyarakat primitif (sederhana).
Namun pandangan tersebut sebetulnya kurang tepat, karena masyarakat desa adalah
masyarakat yang tinggal di suatu kawasan, wilayah, teritorial tertentu yang
disebut desa. Sedangkan masyarakat tradisional adalah masyarakat yang penguasaan
ipteknya rendah sehingga hidupnya masih sederhana dan belum kompleks. Memang
tidak dapat dipungkiri masyarakat desa dinegara sedang berkembang seperti
Indonesia, ukurannya terdapat pada masyarakat desa yaitu bersifat tradisional
dan hidupnya masih sederhana, karena desa-desa di Indonesia pada umumnya jauh
dari pengaruh budaya asing/luar yang dapat mempengaruhi perubahan-perubahan
pola hidupnya.
Adapun
ciri-ciri masyarakat desa antara lain :
·
Anggota
komunitas kecil
·
Hubungan antar individu bersifat kekeluargaan
·
Sistem
kepemimpinan informal
·
Ketergantungan
terhadap alam tinggi
·
Religius
magis artinya sangat baik menjaga lingkungan dan menjaga jarak dengan
penciptanya, cara yang ditempuh antara lain melaksanakan ritus pada masa-masa
yang dianggap penting misalnya saat kelahiran, khitanan, kematian dan syukuran
pada masa panen, bersih desa.
·
Rasa
solidaritas dan gotong royong tinggi
·
Kontrol
sosial antara warga kuat
·
Hubungan
antara pemimpin dengan warganya bersifat informal
·
Pembagian
kerja tidak tegas, karena belum terjadi spesialisasi pekerjaan
·
Patuh
terhadap nilai-nilai dan norma yang berlaku di desanya (tradisi)
·
Tingkat
mobilitas sosialnya rendah
·
Penghidupan
utama adalah petani.
7.5 Perbedaan
Masyarakat Pedesaan dan Perkotaan
Dalam lingkungan satu dengan lainnya
dalam bermasyarakat tentu saja mempuyai sebuah perbedaan, perbedaan antara
masyarakat pedesaan dan perkotaan ada di dalam beberapa aspek diantarana adalah
sebagai berikut:
1.
Lingkungan Umum dan Orientasi
Terhadap Alam,
Masyarakat pedesaan berhubungan kuat dengan alam, karena lokasi geografisnya di
daerah desa. Penduduk yang tinggal di desa akan banyak ditentukan oleh
kepercayaan dan hukum alam. Berbeda dengan penduduk yang tinggal di kota yang
kehidupannya “bebas” dari realitas alam.
2.
Pekerjaan atau Mata Pencaharian, Pada umumnya mata pencaharian di
daerah pedesaan adalah bertani tapi tak sedikit juga yang bermata pencaharian
berdagang, sebab beberapa daerah pertanian tidak lepas dari kegiatan usaha.
3.
Ukuran Komunitas, Komunitas pedesaan biasanya lebih
kecil dari komunitas perkotaan.
4.
Kepadatan Penduduk, Penduduk desa kepadatannya lebih
rendah bila dibandingkan degan kepadatan penduduk kota, kepadatan penduduk
suatu komunitas kenaikannya berhubungan degan klasifikasi dari kota itu
sendiri.
5.
Homogenitas dan Heterogenitas, Homogenitas atau persamaan
ciri-ciri sosial dan psikologis, bahasa, kepercayaan, adat-istiadat dan
perilaku nampak pada masyarakat pedesaan bila dibandingkan dengan masyarakat
perkotaan. Di kota sebaliknya penduduknya heterogen, terdiri dari orang-orang
degan macam-macam perilaku dan juga bahasa, penduduk di kota lebih heterogen.
6.
Diferensiasi Sosial, Keadaan heterogen dari penduduk
kota berindikasi pentingnya derajat yg tinggi di dlm diferensiasi Sosial.
7.
Pelapisan Sosial, Kelas sosial di dalam masyarakat
sering nampak dalam bentuk “piramida terbalik” yaitu kelas-kelas yang tinggi berada
pada posisi atas piramida, kelas menengah ada diantara kedua tingkat kelas
ekstrem dari masyarakat.
7.6
Kesimpulan
Masyarakat merupakan kumpulan dari beberapa orang yang hidup
bersama dan membentuk sebuah kebudayaan. Pada dasarnya semua masyarakat berasal
dari desa saja. Masyarakat perkotaan berasal dari perpindahan penduduk desa
berpindah secara berangsur sehingga membentuk masyarakat kota. Perpindahan
penduduk desa ke kota kebanyakan terjadi karena faktor menginginkan penghidupan
yang lebih layak seperti ekonomi, pendidikan yang tinggi dll.
Baik desa maupun kota saling membutuhkan antara keduanya,
masyarakat membutuhkan bahan makanan dari penduduk desa yang rata-rata bertani
dan berternak. Sedangkan penduduk desa membutuhkan masyarakat kota untuk
membeli hasil bumi untuk mengharapkan hasil berupa uang untuk penghidupannya.
Hubungan saling ketergantungan tersebut terbentuk secara alami dan akan
berulang secara terus-menerus
Sumber:
http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/mkdu_isd/bab7-masyarakat_pedesaan_dan_masyarakat_perkotaan.pdf
http://suci_k.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/14978/masyarakat-pekotaan-dan-masyarakat-pedesaan(7).pdf
No comments:
Post a Comment